BREAKING NEWS
Selasa, 23 Juni 2026

Thudong: Perjalanan Spiritual Ribuan Kilometer Para Biksu Menuju Candi Borobudur Sambut Waisak 2025

Adelia Syafitri - Jumat, 09 Mei 2025 10:00 WIB
Thudong: Perjalanan Spiritual Ribuan Kilometer Para Biksu Menuju Candi Borobudur Sambut Waisak 2025
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAWA TENGAH -Sebanyak 36 biksu dari berbagai negara tengah melaksanakan ritual Thudong, sebuah perjalanan spiritual berjalan kaki dari Bangkok, Thailand menuju Candi Borobudur, Indonesia dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025.

Para biksu yang berasal dari Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Amerika Serikat ini memulai perjalanan pada 6 Februari 2025.

Menempuh jarak sejauh 2.763 kilometer, mereka berjalan kaki selama tiga bulan lebih, melintasi Malaysia dan Singapura sebelum akhirnya tiba di Indonesia pada 16 April 2025.

Rombongan kini telah mencapai wilayah Jawa Tengah dan sempat melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur pada Rabu, 7 Mei 2025.

Koordinator Thudong Internasional 2025, Prabu Diaz Mahadewa, menyampaikan bahwa rombongan ditargetkan akan tiba di kompleks Candi Borobudur pada Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 17.00 WIB.

"Sebanyak 14 dari 36 biksu ini juga pernah mengikuti Thudong tahun 2023 dan kembali menjalani perjalanan spiritual ini tahun ini," ujarnya.

Selama di Indonesia, para biksu singgah dari satu kelenteng dan vihara ke yang lain untuk bermalam, biasanya hanya satu malam di setiap tempat.

Perjalanan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga latihan mental dan spiritual yang menekankan nilai-nilai kesederhanaan, pengendalian diri, dan ketangguhan.

Mengenal Thudong, Tradisi Spiritual Sejak Zaman Sang Buddha

Thudong merupakan tradisi spiritual kuno yang diwarisi dari ajaran Sang Buddha.

Dalam praktiknya, para bhikkhu atau bhante berjalan kaki menelusuri berbagai wilayah, masuk ke dalam hutan, dan bermeditasi dalam keheningan.

Ini merupakan bagian dari latihan hidup sederhana dan bentuk penghormatan terhadap cara hidup Sang Buddha yang menolak kemewahan dan memilih jalan asketis.

Sebelum memulai Thudong, para biksu berdiam diri dan berpuasa selama musim hujan selama empat bulan.

Ketika musim kemarau atau musim semi tiba, barulah perjalanan dimulai.

Candi Borobudur dipilih sebagai tujuan akhir Thudong karena memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Dengan menempuh perjalanan ini, para biksu diharapkan dapat mengasah kesabaran dan ketabahan, dua hal yang diyakini sebagai praktik tertinggi dalam ajaran dhamma.

Dhamma sendiri merupakan inti ajaran Buddha yang berisi pedoman moral dan filsafat kehidupan menuju kebahagiaan hakiki.

Menurut catatan Google Maps, jarak dari titik awal di Nakhon Si Thammarat, Thailand ke Candi Borobudur tercatat mencapai 2.797 kilometer.

Thudong menjadi simbol kekuatan spiritual dan komitmen para bhikkhu dalam mempertahankan nilai-nilai luhur Buddha Gautama, serta mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjalani kehidupan yang penuh kesadaran dan kasih sayang.*

(tb/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru