Tiga Pembuktian Perkara Membatalkan Pencalonan Wapres Gibran
OlehHerman DirgantaraTHE least dangerous branch of the American government is the most extraordinarily powerful court of law the world has
OPINI
JAKARTA – Puasa sunah Senin dan Kamis merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW secara konsisten menjalankan puasa ini sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT dan untuk meraih keutamaan ampunan atas amal yang dilaporkan pada hari-hari tersebut.
Namun, masih banyak umat Islam yang mempertanyakan kapan batas waktu niat puasa Senin-Kamis.
Apakah niat puasa sunah ini masih sah bila dilakukan setelah subuh? Pertanyaan ini kerap muncul, terutama bagi mereka yang lupa berniat di malam hari.
Mengutip kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa amal perbuatan manusia diperiksa oleh Allah SWT setiap hari Senin dan Kamis.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal-amal manusia dilaporkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang saling menjauh." (HR Ahmad)
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa Senin adalah hari kelahiran beliau dan hari diturunkannya wahyu, sehingga beliau berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk syukur (HR Muslim).
Berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadan yang harus diniatkan sebelum fajar, puasa sunah memiliki kelonggaran.
Berdasarkan penjelasan dalam Fikih Puasa oleh Ali Musthafa Siregar, niat puasa sunah bisa dilakukan sejak waktu magrib hingga menjelang zuhur pada hari puasa tersebut, asalkan sejak subuh belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Artinya, umat Islam diperbolehkan berniat puasa Senin-Kamis setelah subuh, dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Contoh: jika seseorang lupa niat di malam hari, dan baru teringat pada pukul 08.00 pagi, maka ia masih bisa berniat puasa sunah, asalkan belum makan atau minum sejak subuh.
Bacaan Niat Puasa Senin dan Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ
"Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ."
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ
"Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."
Dengan mengetahui kelonggaran waktu niat ini, umat Muslim dapat lebih tenang dalam menjalankan puasa sunah, tanpa rasa waswas jika lupa berniat di malam hari.
Semoga amalan puasa sunah ini membawa keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Wallahu a'lam.*
(d/a008)
OlehHerman DirgantaraTHE least dangerous branch of the American government is the most extraordinarily powerful court of law the world has
OPINI
REMBANG Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyebut ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesi
NASIONAL
BINJAI Gagasan pembangunan lembaga pendidikan kejuruan berbasis agama dan semi militer mulai dijajaki di Sei Remban. Penjajakan tersebut
PENDIDIKAN
JAKARTA Guru Besar Universitas Trisakti sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Prof. Trubus Rahardiansah mengingatkan agar percepatan penye
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia meminta penyelarasan instrumen penilaian reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan publik segera d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung masih mempelajari putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Rise
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati postur belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Bel
EKONOMI
Oleh Yakub F. IsmailDUKA nasional belum berakhir. Misteri hilangnya lima jurnalis bersama kru Speedboat Arupadhatu 1 sampai kini masih belu
OPINI
LANGKAT Ketua Persadaan Merga Silima (PMS) Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP, bersama jajaran pengurus dan panitia pelantika
NASIONAL
MEDAN Ombudsman RI didesak mengambil langkah hukum dengan memidanakan seluruh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang menghalanghal
PERISTIWA