Buka Puasa Bersama Anak Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bicara Generasi Tangguh dan Berkarakter
TANGERANG Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat mengusung spirit Alquran dalam membentu
PENDIDIKAN
JAKARTA — Dalam kehidupan dunia, tak sedikit manusia yang bergelimang nikmat harta, kekuasaan, dan kesehatan, namun jauh dari nilai-nilai ibadah dan kebaikan.
Fenomena ini dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah istidraj, yakni ketika Allah SWT memberikan kenikmatan secara terus-menerus kepada ahli maksiat, hingga tiba waktunya azab ditimpakan secara tiba-tiba.
Dalam buku Menepi dari Dunia karya H. Brilly El-Rasheed, dijelaskan bahwa istidraj adalah bentuk ujian atau penundaan azab dari Allah kepada orang-orang yang lalai dan terus berbuat dosa, meski hidupnya terlihat penuh kemewahan dan keberhasilan.
Fenomena ini bahkan telah dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, salah satunya Surah Al-An'am ayat 44:
"Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa." (QS. Al-An'am: 44)
Demikian pula dalam Surah Ali Imran ayat 178 disebutkan bahwa kelapangan hidup bagi orang kafir bukanlah pertanda kebaikan, melainkan bentuk penangguhan azab.
Meskipun tidak ada tanda pasti yang gamblang, namun dalam buku Muhasabah Notaris/PPAT karya Daeng Naja, terdapat empat indikasi yang dapat menjadi bahan perenungan:
1. Kikir tapi Hartanya Terus Bertambah
Seseorang yang enggan bersedekah, menunaikan zakat, atau membantu sesama, tetapi hartanya terus melimpah tanpa hambatan, patut mewaspadai bahwa itu bisa menjadi bentuk istidraj.
Kekayaan itu kelak bisa menjadi alat kebinasaan jika tidak disalurkan dengan benar.
2. Lalai Beribadah tapi Hidupnya Terlihat Bahagia
Mereka yang meninggalkan salat, puasa, atau kewajiban agama lainnya, namun tetap memperoleh nikmat hidup, juga bisa tergolong dalam istidraj.
Allah menangguhkan azab-Nya hingga waktu yang tidak disangka-sangka.
3. Sombong dengan Nikmat Dunia
Orang yang merasa hebat karena kekayaan, jabatan, atau prestasi, dan merendahkan orang lain, bisa jadi sedang terlena dalam istidraj.
Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa hati yang keras dan mata yang beku adalah tanda-tanda kesengsaraan hakiki.
"Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa." (HR Al-Hakim)
4. Gemar Maksiat tapi Hidupnya Lancar
Bila seseorang terus-menerus melakukan maksiat, namun kehidupannya tidak pernah terasa sulit, bahkan terus berkembang, ini patut diwaspadai sebagai bentuk istidraj.
Allah membiarkan orang tersebut tenggelam dalam kenikmatan semu sebelum azab datang.
Umar Bin Khattab Pernah Memohon Dijauhkan dari Istidraj
Saking dahsyatnya istidraj, Khalifah Umar bin Khattab RA pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu menjadi mustadraj (orang yang ditarik dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan)."
Istidraj adalah peringatan keras agar manusia tidak tertipu oleh nikmat dunia.
Allah SWT Maha Adil, namun juga Maha Teliti dalam memperhitungkan amal manusia.
Sudah sepantasnya kita introspeksi, apakah nikmat yang kita terima adalah berkah, ujian, atau justru istidraj yang menyesatkan.*
(d/a008)
TANGERANG Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat mengusung spirit Alquran dalam membentu
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan klarifikasi terkait pernyataan mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang me
POLITIK
JAKARTA Panel surya asal Indonesia terancam menghadapi tarif impor hingga 143 di Amerika Serikat (AS) menyusul penyelidikan antisubsidi
EKONOMI
BINJAI Tangis Bardiah pecah saat menceritakan nasib putranya, Ardiansyah Putra (26), yang telah 47 hari mendekam di penjara Phnom Penh,
NASIONAL
BINJAI Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Binjai menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi pada Senin (23/2/2026) dengan menekan
POLITIK
STABAT, LANGKAT Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, H. Amril, S.Sos., M.AP, memimpin Tim II Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Langka
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pengerjaan Stadion Teladan harus selesai tepat waktu menjelang penetapan Kot
OLAHRAGA
DELI SERDANG Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek kamar mandi sebuah SPBU di Patumbak, Kabupaten Deli Ser
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M, meminta Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumate
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Polsek Hutaimbaru, Polres Padangsidimpuan, bersama Bhayangkari melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat, J
NASIONAL