Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Mereka yang meninggalkan salat, puasa, atau kewajiban agama lainnya, namun tetap memperoleh nikmat hidup, juga bisa tergolong dalam istidraj.
Allah menangguhkan azab-Nya hingga waktu yang tidak disangka-sangka.
3. Sombong dengan Nikmat Dunia
Orang yang merasa hebat karena kekayaan, jabatan, atau prestasi, dan merendahkan orang lain, bisa jadi sedang terlena dalam istidraj.
Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa hati yang keras dan mata yang beku adalah tanda-tanda kesengsaraan hakiki.
"Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa." (HR Al-Hakim)
4. Gemar Maksiat tapi Hidupnya Lancar
Bila seseorang terus-menerus melakukan maksiat, namun kehidupannya tidak pernah terasa sulit, bahkan terus berkembang, ini patut diwaspadai sebagai bentuk istidraj.
Allah membiarkan orang tersebut tenggelam dalam kenikmatan semu sebelum azab datang.
Umar Bin Khattab Pernah Memohon Dijauhkan dari Istidraj
Saking dahsyatnya istidraj, Khalifah Umar bin Khattab RA pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu menjadi mustadraj (orang yang ditarik dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan)."
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.