BREAKING NEWS
Selasa, 18 Agustus 2026

Dari Pesan Makan Siang Online sampai Belanja Digital, BPS Sumut Kejar Data Akurat di Sensus Ekonomi 2026

Dodi Kurniawan - Selasa, 18 Agustus 2026 14:24 WIB
Dari Pesan Makan Siang Online sampai Belanja Digital, BPS Sumut Kejar Data Akurat di Sensus Ekonomi 2026
Statistik Ahli Utama BPS Provinsi Sumut, Misfaruddin, dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara, Senin (18/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara (Sumut) segera rampung. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mendorong seluruh pihak ikut menyukseskan pendataan agar menghasilkan data ekonomi yang lebih akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan.

Hal itu disampaikan Statistik Ahli Utama BPS Provinsi Sumut, Misfaruddin, dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara, Senin (18/8/2026).

Misfaruddin mengatakan kondisi ekonomi Sumatera Utara telah mengalami perubahan signifikan dalam satu dekade terakhir. Salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut adalah perkembangan teknologi yang turut mengubah pola aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga:

Ia mencontohkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika sebelumnya masyarakat harus datang langsung ke warung, toko atau supermarket, kini berbagai kebutuhan dapat dipesan secara daring dan diantarkan langsung ke konsumen.

"Sekarang, kita mau makan siang jam 1, jam 12 kita bisa pesan. Kita mau apa? Bisa. Dari mana itu? Dari kemajuan teknologi," ujarnya.

Menurut Misfaruddin, perubahan pola ekonomi tersebut perlu tercermin dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. BPS Sumut berupaya memastikan aktivitas ekonomi berbasis digital dan kegiatan usaha yang berlangsung secara daring dapat terdata dengan baik.

Sensus Ekonomi 2026 juga diharapkan mampu memberikan gambaran struktur ekonomi Sumatera Utara yang dapat dibandingkan dengan hasil Sensus Ekonomi 2016. Data tersebut nantinya dapat menunjukkan sektor-sektor ekonomi unggulan sekaligus bidang yang masih membutuhkan dukungan dan pengembangan.

"Harapan kita semoga fungsi-fungsi ekonomi, sektor-sektor ekonomi yang ada di Sumatera Utara, bisa kita dapat, sehingga cerminan dari struktur ekonomi Sumatera Utara di 2026 yang mana akan bisa kita bandingkan dengan 2016," katanya.

Dengan data yang lebih lengkap, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menentukan sektor ekonomi yang perlu diperkuat serta merumuskan dukungan yang lebih tepat bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BPS Sumut juga menyampaikan apresiasi atas dukungan anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan para pelaku usaha sehingga proses pendataan berjalan optimal.

BPS Sumut menilai keberhasilan sensus bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga statistik, tetapi juga membutuhkan partisipasi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas ekonomi di Sumatera Utara.

Data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya diharapkan menjadi salah satu instrumen penting untuk memotret kondisi ekonomi Sumatera Utara secara lebih komprehensif. Data tersebut dapat digunakan untuk mendukung perencanaan pembangunan, menentukan sektor unggulan, mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha serta melihat perubahan struktur ekonomi selama satu dekade.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Panjat Pinang ke Durian: Dua Analogi Unik Bobby Nasution dan Konjen Malaysia soal Masa Depan Sumut
Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, Wagub Surya: Tantangan Global Kian Besar, Sumut Butuh Kolaborasi Kuat
Dini Hari di TMP Medan, Bobby Nasution Jadikan Semangat Pahlawan Kompas Bangun Sumut
Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Terasa hingga Danau Toba
Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sore Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Sidang Tuntutan Korupsi Penjualan Aluminium Inalum Kembali Ditunda, Hakim Geram: Kejati Kalian Itu Ngapain?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru