BREAKING NEWS
Rabu, 04 Maret 2026

Menolak Kenaikan Gaji, Umar bin Khattab Pilih Hidup Sederhana Demi Akhirat

Adelia Syafitri - Sabtu, 23 Agustus 2025 09:00 WIB
Menolak Kenaikan Gaji, Umar bin Khattab Pilih Hidup Sederhana Demi Akhirat
ilustrasi (foto : kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab RA kembali menginspirasi umat Islam tentang pentingnya hidup sederhana dan menjauhi kemewahan dunia.

Dalam sebuah riwayat yang dikisahkan oleh A.R. Shohibul Ulum dalam buku "Umar bin Khattab: 30 Hari Memahami Teladan Sang Singa Berhati Pualam", disebutkan bahwa Umar RA menolak tawaran kenaikan gaji sebagai seorang pemimpin umat Islam, meski gajinya saat itu terbilang jauh dari cukup.

Gaji Kecil, Tetap Bersabar

Usai menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA sebagai khalifah, Umar RA menerima gaji dalam jumlah yang sama dengan pendahulunya. Seiring waktu dan naiknya kebutuhan pokok, para sahabat Rasulullah SAW sepakat untuk mengusulkan tunjangan tambahan dari baitul mal bagi sang khalifah.

Namun karena takut akan kemarahan Umar RA, mereka meminta Hafshah—putri Umar sekaligus istri Nabi Muhammad SAW—untuk menyampaikan usulan tersebut tanpa menyebut nama-nama pengusulnya.

Reaksi Tegas Umar RA

Ketika Hafshah menyampaikan usulan tersebut, Umar bin Khattab RA marah dan menolak tegas. Beliau kemudian meminta Hafshah untuk menceritakan kehidupan Rasulullah SAW semasa hidupnya.

"Putriku Hafshah, demi Allah tolong ceritakan kepadaku, ketika Rasulullah SAW masih hidup, bagaimanakah pakaian dan makanan beliau?" tanya Umar RA.

Hafshah menjawab, Rasulullah SAW hanya memiliki dua pakaian dan sepotong jubah lusuh untuk menerima tamu. Makanan beliau pun sangat sederhana: roti keras yang harus dicelup air sebelum dimakan. Bahkan, Rasulullah SAW tidak memiliki kasur, hanya selimut yang digunakan bergantian sebagai alas dan selimut.

Lebih Memilih Akhirat

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Umar RA menyampaikan ketegasannya:

"Aku, Abu Bakar, dan Rasulullah SAW adalah tiga musafir menuju cita-cita yang sama. Rasulullah telah sampai, Abu Bakar menyusulnya, dan aku harus menempuh jalan yang sama jika ingin berkumpul bersama mereka. Katakan kepada para sahabat yang mengusulkan kenaikan gajiku: Umar bin Al-Khaththab lebih memilih berkecukupan di akhirat daripada bermewah-mewah di dunia yang fana ini."

Teladan Kepemimpinan yang Patut Ditiru

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa seorang pemimpin sejati menjaga integritas, menolak hidup berlebihan, dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Di tengah kehidupan modern yang serba materialistis, kisah Umar RA ini menjadi cermin bagi kita semua.*

(d/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru