BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

Ini Posisi Tidur yang Dibenci Allah SWT Menurut Hadis

Adelia Syafitri - Jumat, 12 September 2025 07:59 WIB
Ini Posisi Tidur yang Dibenci Allah SWT Menurut Hadis
Ilustrasi. (foto: Freepik)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Tidur adalah bagian penting dari kehidupan manusia, namun Islam juga memberikan tuntunan mengenai adab dan posisi tidur yang baik.

Dalam beberapa riwayat hadis, Rasulullah Muhammad SAW secara tegas menyampaikan larangan dan anjuran terkait cara tidur, termasuk posisi yang dibenci oleh Allah SWT.

Salah satu posisi tidur yang mendapat perhatian serius dalam syariat Islam adalah tidur tengkurap, yang secara eksplisit disebut sebagai posisi tidur yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Tidur Tengkurap: Posisi yang Dibenci Allah

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albani, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya posisi tidur seperti ini adalah posisi tidur yang dibenci Allah." (HR Abu Dawud)

Hadis ini disampaikan setelah Rasulullah melihat seorang pria yang tidur dalam keadaan tengkurap.

Beliau segera menegurnya dan menjelaskan bahwa posisi tersebut merupakan salah satu bentuk perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Tidur Telentang dengan Kaki Disilangkan Juga Dilarang

Selain posisi tengkurap, Islam juga memberikan batasan terhadap cara berbaring telentang yang dianggap tidak sopan atau dapat menimbulkan fitnah.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis dari Jabir bin Abdillah RA, yang menyebutkan bahwa:

Rasulullah SAW melarang seseorang berbaring telentang dengan mengangkat satu kaki di atas kaki yang lain.

Larangan ini bukan hanya soal etika, tetapi juga mencerminkan perhatian Islam terhadap kesopanan, kenyamanan, dan aspek kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Posisi Tidur yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Di sisi lain, Rasulullah SAW mencontohkan posisi tidur yang paling dianjurkan, yakni berbaring di sisi kanan tubuh.

Ini tercermin dari hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:

"Jika Rasulullah SAW selesai dari salat dua rakaat sunnah fajar maka beliau akan berbaring di atas sisi kanan badannya."

(HR Bukhari)

Tidur menghadap ke sisi kanan diyakini tidak hanya selaras dengan sunnah Nabi, tetapi juga bermanfaat dari segi kesehatan.

Beberapa pakar medis bahkan menyebut bahwa posisi ini membantu pernapasan lebih lancar dan mengurangi tekanan pada jantung.

Dengan adanya tuntunan yang jelas dari Rasulullah SAW, umat Islam diimbau untuk memperhatikan adab tidur sesuai sunnah.

Tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, tetapi juga demi menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Posisi tidur bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari ibadah harian yang dapat mendatangkan pahala jika dilakukan dengan niat dan cara yang benar.*

(d/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru