ACEH - Dalam pengajian rutin Sabtu subuh yang digelar di Masjid Tgk. H. Djafar Hanafiah, Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Sabtu (20/9/2025), Ustazd Ir. H. Ahsan Jas, M.Eng menyampaikan kajian bertema "Ekologi dalam Perspektif Sains dan Al-Qur'an."
Ceramah yang dihadiri oleh civitas akademika dan masyarakat umum itu mengangkat hubungan erat antara ilmu ekologi dan ajaran Islam, serta pentingnya peran manusia sebagai penjaga keseimbangan alam."Ketika kita membahas ekologi sebagai Muslim, kita tidak hanya berbicara tentang ilmu. Kita membacanya sebagai ayat-ayat kauniyah, tanda kekuasaan Allah yang nyata," ujar Ustazd Ahsan yang juga Dosen Fakultas Teknik UNMUHA Aceh.
Secara ilmiah, ekologi adalah studi mengenai hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam Islam, konsep ini sejalan dengan pemahaman bahwa setiap ciptaan Allah memiliki fungsi, peran, dan tempat dalam sistem kehidupan.Ekosistem dan Keseimbangan dalam Al-Qur'an
Mengutip QS. Adz-Dzariyat ayat 20 dan QS. Al-Qamar ayat 49, Ustazd Ahsan menjelaskan bahwa keteraturan alam bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari perancangan Ilahi yang penuh hikmah."Air, udara, tumbuhan, hewan—semuanya berfungsi sesuai ukurannya. Jika satu terganggu, sistem bisa rusak," tegasnya.
Ia juga menyinggung kerusakan ekologis seperti polusi, perubahan iklim, hingga kepunahan spesies sebagai akibat langsung dari kelalaian manusia dalam menjaga alam, sebagaimana peringatan Allah dalam QS. Ar-Rum: 41.