Bukan Sekadar Pangkat, Ini Pesan Prabowo untuk 1.177 Perwira Baru TNI-Polri
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri bahwa pelantikan yang mereka jalani bukan sekadar sere
NASIONAL
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta agar kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi dikaji lebih mendalam. Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan antara Prabowo dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Istana Negara, Selasa (26/11/2024).
Usulan untuk menghapuskan sistem zonasi dalam PPDB sebelumnya disampaikan oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Menanggapi hal ini, Prabowo menginstruksikan kepada Abdul Mu’ti untuk memperdalam kajian terkait kebijakan tersebut. Keputusan final mengenai pelaksanaan sistem zonasi dalam PPDB akan dibahas lebih lanjut dalam sidang kabinet.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan kepala dinas pendidikan serta pakar pendidikan di berbagai daerah. Hasil kajian tersebut, lanjutnya, akan segera disampaikan ke Presiden Prabowo, dan nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam sidang kabinet.
“Kami sudah melakukan beberapa audiensi dengan kepala dinas pendidikan dan pakar-pakar terkait, serta mendalami implementasi PPDB zonasi. Hasil kajian ini akan kami sampaikan kepada Presiden dan keputusannya akan diputuskan dalam sidang kabinet,” ujar Mu’ti dalam keterangannya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan keinginannya agar sistem PPDB zonasi dihapuskan, menyusul berbagai keluhan masyarakat terkait penerapannya. Gibran menyatakan bahwa kebijakan ini memiliki tantangan besar, terutama terkait ketimpangan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah.
Namun, keputusan untuk menghapus sistem zonasi tidak disetujui secara bulat oleh semua pihak. Anggota Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menilai bahwa kebijakan zonasi memiliki tujuan yang baik, yakni untuk mengurangi ketimpangan kualitas pendidikan dan mencegah diskriminasi. Namun, dia juga menyadari adanya tantangan dalam implementasinya.
Hetifah berpendapat bahwa jika sistem zonasi dianggap tidak efektif, maka perlu ada alternatif yang lebih adil, seperti seleksi berbasis nilai atau memperbesar porsi jalur afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Ia juga mengusulkan agar pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah, mengingat ketimpangan fasilitas dan kualitas pendidikan yang masih ada di banyak daerah.
“Zonasi diperkenalkan untuk mengurangi ketimpangan dan diskriminasi, namun memang ada tantangan dalam implementasinya. Untuk itu, perlu ada eksplorasi terhadap alternatif yang lebih adil, termasuk memperkuat jalur prestasi dan porsi afirmasi,” jelas Hetifah.
Selain itu, Hetifah juga menyarankan agar sekolah swasta turut dilibatkan dalam memperbaiki sistem PPDB. Sekolah swasta dapat memberikan beasiswa atau subsidi untuk siswa dari keluarga tidak mampu dan membantu meringankan tekanan pada sekolah negeri.
Di sisi lain, Hetifah juga mendorong pemerintah untuk mempercepat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga setiap sekolah memiliki kualitas yang setara dan dapat mengakomodasi siswa dari berbagai daerah. Untuk itu, pemerintah perlu berkolaborasi dengan sektor swasta dan pihak-pihak terkait dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai di seluruh wilayah Indonesia.
“Komisi X mendesak pemerataan sarana dan prasarana pendidikan agar kualitas pendidikan merata. Ini akan berdampak pada kelancaran implementasi kebijakan PPDB zonasi,” ujarnya.
Rencananya, Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah akan segera mengadakan sidang kabinet untuk membahas lebih lanjut mengenai kebijakan PPDB zonasi dan berbagai alternatif solusi yang dapat diambil. Masyarakat dan berbagai pihak diharapkan dapat terus memberikan masukan untuk memastikan kebijakan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
(johansirait)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri bahwa pelantikan yang mereka jalani bukan sekadar sere
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempa
NASIONAL
DELI SERDANG Polisi mengungkap penyebab pecahnya kaca rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo, yang sebel
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara sukses memukau ribuan pengunjung pada Malam Pesona Seni dan Budaya di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Harga emas Antam yang dij
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan penguatan signifikan. Hingga pukul 09.26 WIB, i
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi baru untuk memperkuat struktur organisasi di tengah proses pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengungkap alasan memilih menjalani pengobatan penyakit jantun
KESEHATAN
MEDAN Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan sementara penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rum
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Pengunduran di
NASIONAL