MEDAN — Adzan, panggilan yang memanggil umat Islam untuk menunaikan salat, selalu menjadi momen istimewa yang penuh makna.
Lebih dari sekadar penanda masuknya waktu salat, adzan juga mengingatkan umat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mengajak untuk selalu menjaga hubungan dengan-Nya.
Mengutip buku Adzan Hanya Sebagai Penanda Waktu Shalat karya Ahmad Hilmi, Lc, MA, istilah adzan berasal dari kata "adzina", yang berarti pemberitahuan atau pengumuman.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah junjungan kami Nabi Muhammad, wasilah dan keutamaan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana Engkau telah janjikan. Sesungguhnya Engkau ya Allah Dzat Yang tidak akan mengubah janji."
Cara Menjawab Adzan Selain doa setelah adzan, seorang Muslim juga disunnahkan untuk menjawab sebagian bacaan adzan dengan dzikir tertentu.
Hal ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai amalan yang mendatangkan pahala.
Berdasarkan buku Hafalan Luar Kepala Semua Bacaan Shalat, Doa Pilihan, dan Surat-Surat Pendek karya Ustazd Khalili Amrin, berikut adalah bacaan yang perlu dijawab saat mendengar adzan:
"Hayya 'ala falaah" dijawab dengan "Laa haula walaa quwwata illaa billahi", masing-masing dibaca dua kali.
Khusus untuk adzan Subuh, bacaan "Ash-shalaatu khairum minannaum" dijawab dengan "Shadaqta wa bararta wa ana 'alaa dzaalika minasy syaahidiin" sebanyak dua kali.
Adzan memiliki status hukum sunnah muakkadah dalam salat fardu. Artinya, adzan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, baik untuk salat berjamaah maupun sendirian.
Meskipun hukum adzan bersifat sunnah, adzan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam karena ia adalah panggilan suci untuk melaksanakan ibadah.
Dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa'i, disebutkan bahwa adzan harus dilakukan dengan suara yang keras agar dapat didengar oleh banyak orang, kecuali di masjid yang sedang melaksanakan salat berjamaah.
Selain itu, adzan dilaksanakan dengan berdiri dan menghadap kiblat.
Adzan bukanlah sekadar tradisi, tetapi juga memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.
Banyak hadits yang menjelaskan pentingnya adzan, sebagai panggilan untuk menunaikan ibadah salat. Beberapa di antaranya adalah: Hadits Pertama "Apabila waktu salat telah tiba, maka hendaklah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan seorang yang tertua di antara kalian bertindak sebagai imam." (HR. Malik) Hadits Kedua "Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar, insya Allah bangkitlah bersama Bilal, dan sampaikan (ajarkan) kepadanya apa yang kamu mimpikan agar dia mengumandangkan adzan dengan lafadz tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits Ketiga "Saya melihat Rasulullah saw. mengumandangkan adzan di telinga Al-Hasan ketika baru dilahirkan oleh Fathimah." (HR. At-Tirmidzi)
Adzan bukan hanya panggilan waktu salat, tetapi juga simbol keagungan dan panggilan Ilahi yang mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan membaca doa setelah adzan, serta menjawab bacaan adzan dengan dzikir, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dan pahala yang berlipat.*