Pemerintah Kaji Ulang DTSEN, Desil 10 Ternyata Banyak Diisi Masyarakat Kelas Menengah
JAKARTA Pemerintah berencana membenahi dan meninjau ulang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama dalam menentukan pengel
EKONOMI
KONSEL -Supriyani, seorang guru honorer di SD Negeri 4 Baito, resmi dibebaskan dari dakwaan penganiayaan terhadap muridnya. Vonis bebas tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Konawe Selatan, pada hari Senin, 25 November 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Guru.
Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim, Stevie Rosano, menyatakan bahwa Supriyani tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. “Menyatakan terdakwa Supriyani binti Sugiarto tidak terbukti bersalah, dan membebaskan terdakwa dari semua dakwaan,” kata Rosano di ruang sidang.
Vonis bebas ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menilai bahwa meskipun Supriyani memang melakukan kekerasan terhadap muridnya, perbuatannya spontan dan tidak menunjukkan niat jahat. JPU juga menyebutkan bahwa dalam persidangan, tidak ada bukti yang mendukung adanya unsur pidana dalam tindakan Supriyani.
“Perbuatan Supriyani tidak dapat dibuktikan sebagai tindak pidana, karena kekerasan yang dilakukan bersifat spontan dan tidak memenuhi unsur pidana,” ujar Jaksa Penuntut Umum Ujang Sutisna. Ia menambahkan bahwa selama persidangan, Supriyani menunjukkan sikap sopan, dan dalam hal ini, dia merupakan seorang guru honorer yang telah mengabdi sejak 2009, dengan dua anak kecil dan tidak pernah terjerat pidana.
Setelah vonis dibacakan, Supriyani yang terlihat terharu langsung memeluk kuasa hukumnya, Andri Darmawan. “Saya bersyukur dan merasa lega, semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ungkapnya usai persidangan.
Menanggapi putusan ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti berharap kejadian yang menimpa Supriyani menjadi yang terakhir dalam dunia pendidikan. “Mudah-mudahan itu menjadi kasus terakhir. Tidak ada lagi kasus serupa di masa depan yang merugikan guru,” kata Mu’ti kepada wartawan di Westin Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2024).
Mendikdasmen berharap agar kejadian seperti yang menimpa Supriyani tidak mengganggu sistem pendidikan di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada para guru agar dapat menjalankan tugas dengan baik tanpa harus terjerat masalah hukum yang merugikan.
Kasus Supriyani mengingatkan banyak pihak akan pentingnya memahami konteks dalam setiap tindakan seorang pendidik. Guru, sebagai pengajar dan pembimbing, sering kali harus mengambil keputusan dalam situasi yang menantang, dan setiap tindakan yang dianggap kekerasan perlu ditinjau secara hati-hati.
(N/014)
JAKARTA Pemerintah berencana membenahi dan meninjau ulang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama dalam menentukan pengel
EKONOMI
MEDAN Sistem split payment pajak restoran melalui Qresto mulai diterapkan di Kota Medan. Sejak program tersebut diberlakukan, sebanyak 4
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Parit di Dusun 15, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terbakar pada Jumat mala
PERISTIWA
LAMPUNG Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung
PERISTIWA
JAKARTA Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus 2026 tidak hanya mengancam
NASIONAL
MEDAN Dua pelajar asal Kabupaten Toba, Sumatera Utara, kembali ke daerah setelah menyelesaikan tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Be
PEMERINTAHAN
PALANGKA RAYA Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah terus melakukan langkah mitigasi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan
NASIONAL
PEKANBARU Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau, mendeteksi lonjakan titik panas atau hot spot di
PERISTIWA
GAYO LUES Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menuntaskan penguatan tepian Sungai Aih Bobo di Desa Aih Bobo dan Desa Rigeb, Kecamatan
NASIONAL
BATU BARA Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabu
PEMERINTAHAN