Usai Anjlok Tajam, Emas Antam Kini Tertahan Rp2,6 Juta/Gram
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini, Minggu (2/8/
EKONOMI
JAKARTA –PT Waskita Karya Tbk (WSKT), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 3,6 triliun hingga kuartal III 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan kerugian yang signifikan dibandingkan dengan kerugian bersih Rp 2,83 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu (year on year).
Direktur Keuangan Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, dalam Public Expose yang digelar di Waskita Heritage, Selasa (26/11), menjelaskan bahwa pembengkakan kerugian tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha yang hanya tercatat sebesar Rp 6,78 triliun hingga September 2024, turun dari Rp 7,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
“Perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 3,6 triliun, hal ini masih dipengaruhi oleh tingginya beban keuangan persewaan sampai dengan triwulan III 2024 ini,” ujar Wiwi.
Meskipun beban pokok pendapatan tercatat turun menjadi Rp 5,75 triliun pada kuartal III 2024, beberapa pos beban mengalami kenaikan yang turut memperburuk kinerja keuangan perusahaan. Beban penjualan, misalnya, meningkat dari Rp 80,09 miliar pada kuartal III 2023 menjadi Rp 114,01 miliar pada kuartal III 2024.
Selain itu, Waskita Karya juga mengalami rugi selisih kurs bersih sebesar Rp 1,54 miliar pada akhir September 2024, berbanding terbalik dengan keuntungan selisih kurs bersih Rp 5,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban keuangan perusahaan tercatat meningkat menjadi Rp 3,45 triliun pada akhir September 2024, dibandingkan dengan Rp 3,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, Waskita Karya mengalami penurunan total aset menjadi Rp 88,67 triliun, dari Rp 95,59 triliun pada 31 Desember 2023. Total liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp 80,58 triliun pada akhir September 2024, dari Rp 83,99 triliun pada akhir 2023.
Wiwi mengungkapkan bahwa penurunan total aset dan liabilitas tersebut disebabkan oleh adanya divestasi jalan tol, terutama di ruas tol Bogor. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp 8,09 triliun pada kuartal III 2024, menurun dari Rp 11,60 triliun di akhir tahun 2023.
Kas dan setara kas Waskita pada akhir September 2024 tercatat sebesar Rp 1,36 triliun, mengalami penurunan dibandingkan dengan Rp 1,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan kinerja yang tertekan hingga kuartal III 2024, Waskita Karya harus menghadapi tantangan besar dalam pemulihan finansial dan strategi perusahaan ke depannya.
(N/014)
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini, Minggu (2/8/
EKONOMI
JAKARTA Polri memperkuat kiprahnya di kancah internasional melalui partisipasi dalam Konferensi Association of Police Training Institution
NASIONAL
MEDAN PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pen
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas tambahan anggaran bagi pemerintah daerah (Pemda) yang kesulitan bayar gaji A
EKONOMI
JAKARTA Setiap muslim tentu mengharapkan rezeki yang halal, berkah, dan datang dari jalan yang tidak disangkasangka. Selain bekerja ker
AGAMA
JAKARTA Penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan tidak bernyawa di depan sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Staf administrasi KPK, Setya Budi Dias Oktavianto, ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pem
NASIONAL
BOGOR Timnas Indonesia akan menghadapi Vietnam dalam pertandingan lanjutan Grup A ASEAN Championship 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, S
OLAHRAGA
JAKARTA Pelatih Aston Villa, Unai Emery, memberikan apresiasi terhadap perkembangan sepakbola Indonesia usai timnya meraih kemenangan 3
OLAHRAGA
JAKARTA Pakar politik Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, menilai kasus yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Kh
NASIONAL