BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Wajib Tahu! 10 Golongan Orang yang Sholatnya Tak Bernilai di Sisi Allah

Adam - Selasa, 06 Januari 2026 09:28 WIB
Wajib Tahu! 10 Golongan Orang yang Sholatnya Tak Bernilai di Sisi Allah
ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Sholat merupakan rukun Islam kedua yang wajib dijalankan lima kali sehari oleh setiap muslim.

Namun, tidak semua sholat yang dilakukan secara lahiriah otomatis diterima di sisi Allah SWT.

Dikutip dari buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky El-Syafa, terdapat sejumlah perilaku dan sikap yang dapat menyebabkan sholat seseorang tidak bernilai pahala, meski secara fikih tetap sah dan tidak perlu diulang.

Baca Juga:

"Sholat yang tidak mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar, tidak menambah apa-apa kecuali semakin jauh dari Allah," (HR. Thabrani).

Dalam Al-Qur'an surat Al-'Ankabut ayat 45, Allah SWT berfirman:

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Berdasarkan Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi (Jilid III) karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, berikut 10 golongan orang yang sholatnya tidak diterima Allah:

1. Orang yang sholat tapi tetap berbuat maksiat – sholat tidak mencegah dari dosa.
2. Lalai dan tidak khusyuk dalam sholat – sholat tergesa-gesa dan tanpa fokus hati mengurangi pahala.
3. Orang yang menyakiti sesama manusia – sholat tidak menghapus dosa sosial bila hak orang lain belum dilunasi.
4. Istri yang durhaka kepada suami – sholatnya terancam tidak diterima jika murka suami.
5. Orang yang sholat dalam keadaan mabuk – Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 43:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

6. Menunda sholat hingga keluar waktunya tanpa uzur syar'i – dianggap lalai dari kewajiban sholat.
7. Sholat untuk pamer (riya') – bernilai syirik kecil karena ingin dilihat manusia.
8. Sholat tanpa bersuci (wudhu atau tayammum) – Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -:لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

9. Sholat tanpa ikhlas – niat harus semata-mata karena Allah SWT.
10. Memakan harta haram – ibadah tidak diterima jika berasal dari makanan atau harta yang tidak halal.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Amalkan Tasbih Malaikat Ini, Rezeki Bisa Mengalir Deras!
Puasa Ayyamul Bidh Dimulai Besok, Ini Keutamaannya Menurut Hadis
Sholawat Ibrahimiyah Wajib Dibaca dalam Sholat, Begini Tata Caranya
Lebih dari 1.000 Muslimah Hadiri Pengajian Akbar, Ditekankan Pentingnya Lingkungan Bersih
Apakah Makmum Wajib Mengangkat Tangan Saat Qunut Sholat Subuh Berjamaah? Ini Penjelasannya
Musibah Banjir dan Longsor, Khatib Aceh Ingatkan Pentingnya Sikap Altruis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru