Ketika Sirkular Ekonomi, QRIS dan Dana Murah Bertemu Dalam Satu Skema
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI
JAKARTA- Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Wahid Abdurrahman, mengungkapkan bahwa Presiden RI ke-7, Joko Widodo, masih memiliki pengaruh besar di Jawa Tengah. Menurut Wahid, kehadiran Jokowi dalam kampanye pasangan calon gubernur (Cagub) Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, berpotensi mendatangkan “berkah politik” bagi keduanya, mengingat daya tarik Jokowi yang masih kuat di masyarakat.
Wahid menilai bahwa Jokowi bukan hanya simbol pemimpin nasional yang sukses, tetapi juga seorang pemimpin yang dekat dengan rakyat, yang memprioritaskan kebijakan yang pro-warga. Oleh karena itu, pasangan Luthfi-Yasin, yang mendapatkan dukungan Jokowi, bisa mendapatkan banyak keuntungan jika mereka meniru cara Jokowi mendekatkan diri kepada rakyat.
“Pasangan yang didukung oleh Jokowi ini dapat berkahnya, jika mau berbuat dekat dengan rakyat seperti Jokowi. Juga mau membuat kebijakan yang diharapkan bisa dinikmati rakyat sebagaimana dihasilkan oleh Jokowi. Pasti Luthfi-Yasin dapat poin banyak,” ungkap Wahid dalam keterangannya, Senin (18/11/2024).
Menurut Wahid, magnet Jokowi di Jawa Tengah tidak hanya berasal dari kebijakan populis yang dijalankan selama masa kepresidenannya, tetapi juga dari sikap dan citra dirinya yang sangat merakyat. Sejak menjadi Wali Kota Solo hingga Presiden, Jokowi telah dikenal sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan masyarakat, terutama dengan kalangan bawah atau wong cilik.
“Jokowi adalah populisme wong cilik. Citra bahwa Jokowi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan senantiasa mengedepankan kebijakan yang pro-rakyat telah melekat sejak menjadi Walikota Surakarta hingga 10 tahun menjadi Presiden,” kata Wahid.
Fenomena ini tercermin jelas dalam kampanye Luthfi-Yasin, yang baru-baru ini digelar di berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Banyumas, Tegal, Grobogan, dan Blora. Dalam kunjungan tersebut, masyarakat terlihat antusias menyambut Jokowi bersama kedua calon gubernur tersebut. Ribuan warga memadati jalanan, memberi sambutan hangat kepada ketiga tokoh itu, yang menambah kesan bahwa Jokowi masih memiliki daya tarik politik yang luar biasa.
Wahid menjelaskan bahwa salah satu faktor yang membuat Jokowi tetap memiliki pengaruh besar adalah kedekatannya dengan rakyat, yang sangat dihargai oleh masyarakat Jawa. Dalam budaya Jawa, seorang pemimpin dianggap sakral dan terpisah dari rakyat. Namun, Jokowi berhasil melanggar sekat tersebut dengan selalu mudah dijangkau oleh masyarakat, yang dapat berfoto dan berjabat tangan langsung dengan Presiden.
“Kedekatan ini sangat dihargai oleh masyarakat Jawa, yang sering kali merasa terpisah dengan pemimpin mereka. Jokowi mampu menjembatani sekat tersebut dan menjadi simbol pemimpin yang selalu bisa dijangkau rakyatnya,” jelas Wahid.
Selain itu, Wahid juga mengaitkan fenomena ini dengan konsep budaya Jawa yang dikenal dengan “mikul duwur mendem jero”. Konsep ini mengandung makna bahwa pemimpin dihormati karena kemampuannya untuk “mikul duwur” (menjunjung tinggi harkat martabat) dan “mendem jero” (memahami kelemahan serta kekurangan diri). Di mata masyarakat Jawa, Jokowi berhasil memadukan kedua nilai ini dalam kepemimpinannya.
Wahid menambahkan bahwa selama 10 tahun memimpin Indonesia, Jokowi berhasil melaksanakan pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Infrastruktur yang berkembang pesat, program bantuan sosial yang meluas, serta kebijakan yang mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi contoh nyata dari keberhasilan pemerintahannya yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
“Masyarakat di Jawa Tengah sangat merasakan dampak positif dari pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi, baik dalam infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan. Itulah sebabnya, Jokowi tetap dianggap sebagai pemimpin yang ‘mikul duwur’ dalam banyak hal,” jelas Wahid.
Namun, Wahid juga mengingatkan bahwa meskipun Jokowi telah berhasil, ia juga memahami adanya kekurangan selama masa pemerintahannya. Menurut Wahid, Jokowi tidak hanya menonjolkan keberhasilan, tetapi juga menyadari tantangan yang masih ada, meskipun tidak selalu diungkapkan secara terbuka.
Bagi Wahid, keberhasilan pasangan Luthfi-Yasin dalam meraih dukungan masyarakat di Jawa Tengah sangat tergantung pada apakah mereka dapat meniru kedekatan Jokowi dengan rakyat serta menerapkan kebijakan yang benar-benar pro-rakyat.
“Pasangan Luthfi-Yasin harus mampu meneladani Jokowi dalam hal kedekatan dengan rakyat dan pro-rakyat. Jika mereka berhasil membangun citra seperti itu, tidak mustahil mereka akan memperoleh banyak dukungan dari masyarakat,” pungkas Wahid.
Dengan faktor magnet besar Jokowi yang masih kuat di Jawa Tengah, pasangan Luthfi-Taj Yasin berpotensi untuk meraih keberhasilan dalam Pilgub Jateng 2024 jika mereka mampu memanfaatkan dukungan tersebut dan mendekatkan diri dengan keinginan serta kebutuhan rakyat.
(JOHANSIRAI)
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendorong kepengurusan baru Karang Taruna Sumatera Utara agar semakin solid, tertib, dan aktif
PEMERINTAHAN
MEDAN Ribuan jajaran Pemerintah Kota Medan larut dalam suasana penuh kegembiraan saat mengikuti Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republ
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kepedulian sosial dalam membangun Kota Medan
PEMERINTAHAN
KUPANG Presiden Prabowo Subianto batal meninjau langsung korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (22/8/2026).
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang masuk melalui jalur penerimaa
NASIONAL
BINJAI DPD Brigade Kartini AMPI Kota Binjai bersama DPD AMPI Kota Binjai menggelar Gebyar Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tribun M
NASIONAL
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh menetapkan pria berinisial MA (32), warga Kecamatan Ulee Kareng, sebagai tersangka dalam kasus dugaan keker
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Semangat kemerdekaan Republik Indonesia akan kembali terasa meriah di Kabupaten Batu Bara. Dalam rangka memperingati Hari Ulan
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pe
EKONOMI