BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Perbedaan Hilal dan Awal Ramadan Tak Perlu Diperdebatkan, Wakil Ketua MUI Serukan Kedewasaan Umat

Adam - Senin, 16 Februari 2026 08:39 WIB
Perbedaan Hilal dan Awal Ramadan Tak Perlu Diperdebatkan, Wakil Ketua MUI Serukan Kedewasaan Umat
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis. (Foto: mui)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Awal Ramadan 1447 H berpotensi berbeda di Indonesia, menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis.

Ia menekankan agar perbedaan ini tidak dijadikan sumber perpecahan di tengah masyarakat Muslim.

"Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikr, masalah perbedaan pemikiran. Dan tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak," kata Cholil, Senin (16/2).

Baca Juga:

Beberapa kelompok umat Muslim telah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026, sementara sebagian lainnya menilai hilal belum memenuhi kriteria pada tanggal tersebut.

Menurut Cholil, kemungkinan posisi derajat hilal masih berada di bawah 3 derajat.

Sementara Mabims—forum ulama Asia Tenggara yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam—menyepakati bahwa hilal dapat terlihat jika sudah berada di atas 3 derajat.

"Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk," ungkapnya.

Cholil Nafis juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan sesama Muslim agar tidak terjadi gesekan yang dapat merusak kerukunan umat.

Dengan pendekatan saling menghormati perbedaan penetapan awal Ramadan, umat Islam diharapkan tetap fokus pada ibadah, meningkatkan kualitas spiritual, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman penentuan hilal.*

(oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru