Gempa M6,7 Guncang Sulteng, BNPB Catat 1 Warga Tewas dan Ratusan Terdampak
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
BANDA ACEH – Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi indikator utama ketakwaan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Maizuddin, M.Ag, Guru Besar Ilmu Hadis UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam khutbah Jumat di Masjid Babuttaqwa Aspol Lamteumen Barat, Banda Aceh, pada Jumat (3/4/2026).
Dalam khutbahnya, Prof. Maizuddin menegaskan bahwa memaafkan adalah bagian dari ibadah yang sangat penting dalam agama Islam.Baca Juga:
"Memberi maaf merupakan sifat mulia yang menunjukkan kualitas ketakwaan seseorang di hadapan Allah," ujarnya, mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 133–135. Ayat tersebut menjelaskan bahwa ciri-ciri orang bertakwa di antaranya adalah gemar berinfak, mampu menahan amarah, dan memberi maaf kepada orang lain.
Memaafkan Sebagai Karakter Seorang Mukmin
Menurut Prof. Maizuddin, memaafkan bukanlah sekadar tindakan sesaat, tetapi seharusnya menjadi karakter yang melekat pada diri seorang Muslim. "Kata dalam bentuk isim fa'il pada ayat tersebut menunjukkan bahwa sikap memaafkan harus konsisten dilakukan kepada siapa pun, tanpa membeda-bedakan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa memaafkan merupakan cara Allah mendekatkan umat-Nya dengan sifat-Nya yang Maha Pengampun.
Lebih lanjut, Prof. Maizuddin menjelaskan bahwa Al-Qur'an mengajarkan beberapa tingkatan dalam memberi maaf. "Tingkat pertama adalah tidak membalas keburukan dengan keburukan," kata dia.
Pada tahap ini, seseorang harus mampu menahan emosi dan tidak memperburuk keadaan, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai peristiwa dakwahnya.
Tingkat kedua, lanjutnya, adalah sikap tidak mempermasalahkan kesalahan yang telah terjadi dan berlapang dada saat berinteraksi kembali.
"Ini adalah sikap yang mencerminkan keluasan hati," ujarnya. Menurutnya, sikap ini membuka ruang untuk memperbaiki hubungan dengan penuh keramahan dan tanpa dendam.
Sementara itu, tingkat tertinggi dalam memaafkan, menurut Prof. Maizuddin, adalah menutupi kesalahan orang lain dan tidak menyebarkannya.
"Ini adalah bentuk pemaafan paling sempurna karena mengandung nilai kasih sayang dan menjaga martabat sesama," kata Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry tersebut.
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyampaikan adanya dugaan kejanggalan dalam salinan dokumen ijazah Presiden ke7 RI
POLITIK
Oleh Yakub F. IsmailDALAM beberapa bulan terakhir dunia benarbenar menghadapi badai perang yang begitu dahsyat dampaknya bagi seluruh send
OPINI
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan keterlibatan kepentingan politik dalam sejumlah aksi mahasiswa
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa berinisial CS (25) asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ditangkap petugas di Bandara Internasional Kualanamu sete
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Rasyid Siddiq, S.H., CDRA., CPLA.DI atas mejameja kekuasaan, angkaangka ekonomi sering menjadi dasar pengambilan kebijakan. Pertumbu
OPINI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, meski pemerintah memberlakukan moratoriu
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan pemulihan di wilay
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan adanya keterlibatan aktor politik di balik aksi penolakan terha
POLITIK
MEDAN Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyatakan dukungan kepada David Luther Lubis u
POLITIK