BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Ketua Muhammadiyah Imbau Umat Islam Sikapi Perbedaan Awal Ramadan dengan Arif dan Tasamuh

Abyadi Siregar - Selasa, 17 Februari 2026 15:52 WIB
Ketua Muhammadiyah Imbau Umat Islam Sikapi Perbedaan Awal Ramadan dengan Arif dan Tasamuh
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. (foto: Dok. Muhammadiyah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan cerdas dan tasamuh.

PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara prediksi pakar BRIN menunjukkan awal Ramadan kemungkinan terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026.

"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar, Selasa (17/2).

Baca Juga:

Ia menekankan bahwa perbedaan seperti ini harus disikapi secara bijaksana, dengan fokus pada substansi puasa sebagai sarana meningkatkan takwa baik secara pribadi maupun kolektif.

Haedar menekankan pentingnya puasa sebagai sarana memperbaiki akhlak dan relasi sosial.

"Puasa Ramadan 1447 H diharapkan dapat dijalankan umat Islam dengan tenang, damai, dan matang, tanpa terganggu oleh hiruk-pikuk kehidupan, termasuk perbedaan awal Ramadan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa melatih umat Islam untuk hidup efisien, menahan diri, dan bersabar, sekaligus menjadi perekat sosial di tengah dinamika masyarakat.

Puasa juga menjadi kanopi sosial yang menahan hasrat negatif, termasuk amarah dan konflik yang sering muncul melalui media sosial.

"Takwa itu puncaknya adalah perbaikan martabat hidup tertinggi. Maka umat Islam harus maju dalam berbagai aspek kehidupan — spiritual, moral, sosial, ekonomi, politik — menuju peradaban utama," tegas Haedar.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat pemantauan hilal 1 Ramadan sore ini.

Menteri Agama Nasaruddin Umar diperkirakan akan mengumumkan hasil sidang. Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, memprediksi perbedaan awal puasa kali ini terjadi karena adanya dua hilal yang dipakai: hilal global versus hilal lokal.

"Perbedaan kali ini berbeda dengan sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat)," ujar Thomas, Selasa (17/2).*


(cn/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPW Syarikat Islam Sumut Dukung Program Gubernur untuk Penguatan Ekonomi Umat
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Sidang Isbat Tetap Mekanisme Resmi Penetapan Awal Ramadan 1447 H
Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Umat Bijaksana Menyikapi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H
Kemenag Jelaskan Alasan Sidang Isbat Awal Puasa 1447 H Digelar di Hotel Borobudur Jakarta
Bupati Batu Bara Hadiri Peringatan Isra Mi’raj dan Penyambutan Bulan Suci Ramadan
BMKG Turunkan Tim di 37 Lokasi Pantau Hilal, Tunggu Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru