BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Apakah Lailatul Qadar Hanya Bisa Diraih dengan Iktikaf di Masjid?

Adam - Rabu, 11 Maret 2026 07:43 WIB
Apakah Lailatul Qadar Hanya Bisa Diraih dengan Iktikaf di Masjid?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Malam Lailatul Qadar selalu dinantikan umat Islam setiap sepuluh malam terakhir Ramadan.

Salah satu amalan yang identik dengan malam ini adalah iktikaf, yakni berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.

Namun, muncul pertanyaan: apakah iktikaf di masjid wajib untuk meraih pahala Lailatul Qadar?

Baca Juga:

Secara bahasa, iktikaf berarti berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT.

Anjuran ini tertulis dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 187 dan hadits riwayat Aisyah RA, yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW rutin beriktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga wafat.

Al-Baqarah ayat 187 menyebutkan:

"Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa."


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]

Artinya: "Nabi SAW melakukan i'tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i'tikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim)

Meski iktikaf di masjid termasuk sunnah sangat utama, para ulama menegaskan bahwa iktikaf bukanlah syarat mutlak untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Abu Maryam Kautsar Amru dalam Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan menyebut, siapa pun yang menyibukkan diri dengan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan memiliki kesempatan meraih kemuliaan malam itu.

Ahmad Zarkasih, Lc menambahkan, "Ibadah tidak harus iktikaf. Salat tarawih di malam itu sudah cukup untuk dikatakan ibadah yang bisa mengantarkan seseorang meraih malam mulia."

Bagi wanita haid, musafir, atau orang sakit yang tidak bisa beriktikaf di masjid, peluang meraih Lailatul Qadar tetap terbuka.

Dalam Al-Lathaif Al-Ma'arif, Ad-Dhahaak menegaskan bahwa siapa saja yang diterima amalannya oleh Allah akan mendapatkan bagian dari malam tersebut.

Ustaz Adi Hidayat menekankan, yang terpenting adalah bagaimana seseorang menghidupkan malam dengan amal saleh, baik di rumah maupun di masjid.

"Syarat mendapatkan kemuliaan tidak terikat pada tempat. Tapi lebih kepada bagaimana menghidupkan malamnya dan menghadirkan suasana untuk menunaikan ibadah kepada Allah SWT," ujarnya.


Beberapa amalan yang dapat dilakukan sebagai pengganti iktikaf, menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu, antara lain:
- Mendirikan salat wajib dan sunnah (Tarawih, Tahajud, Witir)
- Membaca doa Lailatul Qadar dan memohon ampunan
- Memperbanyak istigfar, terutama Sayyidul Istigfar di waktu sahur
- Membaca Al-Qur'an dan berzikir secara istiqamah

Kesimpulannya, iktikaf di masjid tetap menjadi sarana terbaik untuk beribadah tanpa gangguan, namun ibadah di rumah dengan niat sungguh-sungguh tetap memungkinkan umat Islam meraih malam Lailatul Qadar.

Wallahu a'lam.*


(d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPW JBMI Sumut Gelar Safari Ramadan di Masjid Ubudiyah Binjai, Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Keimanan
Gelar Aksi Sosial Ramadan, SMAN 7 Banda Aceh Bagikan 400 Takjil dan Santuni Anak Yatim
Ustad Awaluddin: Tiga Amalan Utama untuk Meraih Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir
Kemenag Mandailing Natal Rekomendasikan 17 Masjid Ramah Pemudik Jelang Idul Fitri
Silaturahmi Kapolda Aceh dengan Wali Nanggroe Bahas Keamanan dan Penanganan Bencana
Rektor Baru UIN Padangsidimpuan Dilantik, ISNU dan GP Ansor Beri Apresiasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru