Data Dukcapil Bongkar Fakta Unik: 190 Orang Bernama Uzumaki, Cancer Jadi Zodiak Terbanyak
JAKARTA Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sejumlah fakta unik dari da
NASIONAL
BANDA ACEH – Kajian mengenai sejarah kelahiran Nabi Muhammad dalam tradisi masyarakat Arab menjadi bahasan utama dalam pengajian rutin Ahad Subuh yang digelar di Masjid Tgk Jakfar Hanafiah, Kampus UNMUHA Banda Aceh, Minggu (2/5/2026).
Pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Aslam Nur tersebut mengupas bagaimana Rasulullah SAW lahir dan dibesarkan dalam tradisi masyarakat Mekah pada masa itu. Ia menjelaskan, salah satu kebiasaan masyarakat Arab adalah menitipkan bayi yang baru lahir kepada wanita-wanita di pedalaman.
"Lingkungan kota saat itu dianggap kurang ideal untuk pertumbuhan anak, baik dari sisi kesehatan maupun pembentukan karakter," ujar Aslam dalam ceramahnya.Baca Juga:
Dalam penjelasannya, Rasulullah SAW dititipkan kepada Halimatus Sa'diyah dari Bani Sa'ad. Ia menyebut, keputusan tersebut membawa banyak keberkahan bagi keluarga Halimah, mulai dari kecukupan air susu hingga meningkatnya kesejahteraan ternak mereka.
"Sejak mengasuh Rasulullah, kehidupan Halimah berubah menjadi lebih baik dan penuh keberkahan," katanya.
Aslam juga mengisahkan bahwa setelah masa pengasuhan, Rasulullah SAW sempat dikembalikan kepada ibundanya, Siti Aminah, sebelum akhirnya kembali lagi ke keluarga setelah terjadi peristiwa pembelahan dada oleh malaikat.
Lebih lanjut, ia membandingkan tradisi pengasuhan anak pada masa lalu dengan kondisi saat ini. Menurutnya, praktik penitipan anak masih terjadi, namun dengan latar belakang yang berbeda.
"Kalau dulu karena alasan kesehatan lingkungan dan pembentukan karakter, sekarang lebih banyak karena keterbatasan waktu orang tua," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Aslam turut mengulas pandangan Muhammadiyah terkait konsep keluarga. Ia menegaskan, dalam konsep Keluarga Sakinah Muhammadiyah, peran ibu sangat strategis dan tidak bisa digantikan sepenuhnya.
Ia menyebut, ibu memiliki lima peran utama, yakni sebagai pendidik pertama (ummul madrasah), mitra setara dalam rumah tangga, pengelola ketahanan keluarga, agen dakwah, serta penjaga nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah.
"Peran ibu bukan sekadar domestik, tetapi juga mencakup fungsi pendidikan, spiritualitas, hingga sosial di tengah masyarakat," ujarnya.
Pengajian tersebut diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan dan menjadi bagian dari upaya penguatan nilai-nilai keislaman serta ketahanan keluarga di tengah dinamika kehidupan modern.*
(dh)
JAKARTA Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sejumlah fakta unik dari da
NASIONAL
KARO Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami peningkatan. Meski status gunung api terseb
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang perempuan berinisial L (35), mantan istri anggota Polri berinisial Brig
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengapresiasi komitmen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kh
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menjalankan arahan Menteri Dalam Negeri
PEMERINTAHAN
MEDAN Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Dusun Padang Nabidang, Desa Pematang, Kabupaten Lab
PENDIDIKAN
MAKASSAR Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan para kepala daerah agar tidak hanya bergantun
NASIONAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyalurkan bantuan berupa donasi uang tunai d
NASIONAL
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara, dituntut h
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR Sumatera) akan mengawal usulan perc
NASIONAL