BREAKING NEWS
Sabtu, 02 Mei 2026

Ustaz Aslam Nur Kupas Tradisi Kelahiran Rasulullah di Mekah, Soroti Peran Ibu dalam Perspektif Muhammadiyah

T.Jamaluddin - Sabtu, 02 Mei 2026 07:14 WIB
Ustaz Aslam Nur Kupas Tradisi Kelahiran Rasulullah di Mekah, Soroti Peran Ibu dalam Perspektif Muhammadiyah
Ustazd DR.H.Aslam Nur. MA. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHKajian mengenai sejarah kelahiran Nabi Muhammad dalam tradisi masyarakat Arab menjadi bahasan utama dalam pengajian rutin Ahad Subuh yang digelar di Masjid Tgk Jakfar Hanafiah, Kampus UNMUHA Banda Aceh, Minggu (2/5/2026).

Pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Aslam Nur tersebut mengupas bagaimana Rasulullah SAW lahir dan dibesarkan dalam tradisi masyarakat Mekah pada masa itu. Ia menjelaskan, salah satu kebiasaan masyarakat Arab adalah menitipkan bayi yang baru lahir kepada wanita-wanita di pedalaman.

"Lingkungan kota saat itu dianggap kurang ideal untuk pertumbuhan anak, baik dari sisi kesehatan maupun pembentukan karakter," ujar Aslam dalam ceramahnya.

Baca Juga:

Dalam penjelasannya, Rasulullah SAW dititipkan kepada Halimatus Sa'diyah dari Bani Sa'ad. Ia menyebut, keputusan tersebut membawa banyak keberkahan bagi keluarga Halimah, mulai dari kecukupan air susu hingga meningkatnya kesejahteraan ternak mereka.

"Sejak mengasuh Rasulullah, kehidupan Halimah berubah menjadi lebih baik dan penuh keberkahan," katanya.

Aslam juga mengisahkan bahwa setelah masa pengasuhan, Rasulullah SAW sempat dikembalikan kepada ibundanya, Siti Aminah, sebelum akhirnya kembali lagi ke keluarga setelah terjadi peristiwa pembelahan dada oleh malaikat.

Lebih lanjut, ia membandingkan tradisi pengasuhan anak pada masa lalu dengan kondisi saat ini. Menurutnya, praktik penitipan anak masih terjadi, namun dengan latar belakang yang berbeda.

"Kalau dulu karena alasan kesehatan lingkungan dan pembentukan karakter, sekarang lebih banyak karena keterbatasan waktu orang tua," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Aslam turut mengulas pandangan Muhammadiyah terkait konsep keluarga. Ia menegaskan, dalam konsep Keluarga Sakinah Muhammadiyah, peran ibu sangat strategis dan tidak bisa digantikan sepenuhnya.

Ia menyebut, ibu memiliki lima peran utama, yakni sebagai pendidik pertama (ummul madrasah), mitra setara dalam rumah tangga, pengelola ketahanan keluarga, agen dakwah, serta penjaga nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah.

"Peran ibu bukan sekadar domestik, tetapi juga mencakup fungsi pendidikan, spiritualitas, hingga sosial di tengah masyarakat," ujarnya.

Pengajian tersebut diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan dan menjadi bagian dari upaya penguatan nilai-nilai keislaman serta ketahanan keluarga di tengah dinamika kehidupan modern.*

(dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Apa Isi Kajian KPK yang Diserahkan ke Prabowo dan DPR Terkait Reformasi Partai Politik?
KPK Usul Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Ini Daftar Tokoh yang Menjabat Paling Lama
Prabowo Minta Perguruan Tinggi Berperan dalam Penataan Tata Ruang Daerah
Istana Buka Kajian Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR
PT Agincourt Resources Diberi Izin Beroperasi Kembali oleh KLH Pasca Kasus Banjir Sumatera
Kalapas Labuhan Ruku Buka Kajian Intensif Ramadhan 1447 H, Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru