Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA -Nadiem Makarim secara resmi menyerahkan jabatannya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kepada tiga menteri baru yang dilantik pada Senin (21/10) di Gedung A Kemendikbudristek. Dalam momen penuh haru ini, Nadiem mengakui betapa terhormatnya ia telah diberi kesempatan untuk mengabdi dalam sektor pendidikan selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Para pengganti Nadiem adalah Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Fadli Zon yang menjabat sebagai Menteri Kebudayaan. Dalam sambutannya, Nadiem mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Terasa begitu terhormat telah diberi kesempatan oleh Bapak Joko Widodo untuk mengabdi di dunia pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi,” ucap Nadiem, yang juga dikenal sebagai pendiri Gojek. Ia menambahkan bahwa saat ini adalah momen yang mengharukan, mengingat saatnya untuk berpamitan dan menyerahkan amanah besar tersebut kepada para pemimpin baru.
Selama masa jabatannya, Nadiem memperkenalkan konsep “Merdeka Belajar,” yang menjadi landasan kebijakan pendidikan di Indonesia. Konsep ini, menurut Nadiem, berfokus pada pendidikan yang berpusat pada anak dan penguatan karakter, serta menjunjung tinggi nilai kebinekaan. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Pendidikan yang berpusat pada anak, yang memberi perhatian besar kepada penguatan karakter, yang menjunjung tinggi nilai kebinekaan serta bertujuan untuk menciptakan lingkungan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” pungkas Nadiem.
Setelah menyerahkan jabatannya, Nadiem berharap para menteri baru dapat melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah diluncurkan, serta menjawab tantangan di bidang pendidikan yang semakin kompleks. Dengan berakhirnya masa jabatannya, Nadiem Makarim meninggalkan warisan penting dalam transformasi pendidikan di Indonesia, dan banyak berharap bahwa langkah-langkah yang diambilnya dapat memberikan dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.
Masyarakat kini menunggu langkah-langkah konkret dari para menteri baru dalam merealisasikan visi dan misi pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
(N/014)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
PADANG LAWAS Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Padang Lawas mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Desa Gan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Suara lirih namun tenang itu keluar dari Dr. Badjora Muda Siregar, dokter bedah senior berusia 87 tahun, sesaat setelah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL