Cuaca Bali Hari Ini, Rabu 5 Agustus: Badung hingga Denpasar Cerah, Jembrana dan Tabanan Berawan
DENPASAR Kondisi cuaca di Provinsi Bali pada Rabu (5/8) diprakirakan didominasi cuaca cerah dan berawan. Berdasarkan prakiraan cuaca, en
NASIONAL
Oleh:Ruben Cornelius Siagian
DI republik yang dibangun di atas luka sejarah, kata-kata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa menenangkan, tetapi juga bisa menyalakan bara.
Polemik ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM, yang kemudian berujung laporan polisi dan klarifikasi terbuka, bukan sekadar soal satu potongan video yang viral.Baca Juga:
Peristiwa ini telah berkembang menjadi ujian moral, yaitu apakah seorang mantan wakil presiden masih berbicara sebagai pemersatu bangsa, atau justru tergelincir menjadi elite yang merasa pengalaman pribadinya cukup untuk menghalalkan simplifikasi atas iman orang lain.
Laporan atas JK memang muncul setelah ceramahnya dipersoalkan, dan JK kemudian menyatakan bahwa ceramah itu bertujuan menjelaskan konflik Ambon dan Poso dalam kerangka perdamaian.
Ia juga menyebut video yang beredar telah dipotong dari ceramah yang lebih panjang. Itu adalah konteks faktual yang penting.
Tetapi konteks tidak otomatis membebaskan seseorang dari tanggung jawab atas pilihan kata, apalagi bila kata-kata itu menyentuh wilayah yang paling sensitif dalam masyarakat majemuk, yaitu keyakinan agama.
Masalah paling besar dalam pernyataan JK bukan terutama pada niatnya, melainkan pada watak berpikir yang tampak di balik pembelaannya.
Ia berkali-kali menumpukan legitimasi pada pengalaman, bahwa ia ada di lokasi konflik, ia mengambil risiko, ia terlibat dalam perdamaian. Semua itu benar dapat memberi bobot moral pada kesaksiannya.
Namun pengalaman, sebesar apa pun, tidak pernah otomatis menjadikan tafsir seseorang kebal kritik. Dalam ruang publik demokratis, jasa masa lalu bukan tameng untuk ucapan yang hari ini terasa problematis.
Justru karena JK pernah berada di jantung penyelesaian konflik, standar kehati-hatian bahasanya semestinya lebih tinggi, bukan lebih longgar.
Tokoh bangsa seharusnya paham bahwa memori konflik komunal bukan barang demonstrasi, melainkan luka kolektif yang harus disentuh dengan presisi, empati, dan disiplin bahasa.
DENPASAR Kondisi cuaca di Provinsi Bali pada Rabu (5/8) diprakirakan didominasi cuaca cerah dan berawan. Berdasarkan prakiraan cuaca, en
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sejumlah fakta unik dari da
NASIONAL
KARO Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami peningkatan. Meski status gunung api terseb
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang perempuan berinisial L (35), mantan istri anggota Polri berinisial Brig
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengapresiasi komitmen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kh
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menjalankan arahan Menteri Dalam Negeri
PEMERINTAHAN
MEDAN Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Dusun Padang Nabidang, Desa Pematang, Kabupaten Lab
PENDIDIKAN
MAKASSAR Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan para kepala daerah agar tidak hanya bergantun
NASIONAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyalurkan bantuan berupa donasi uang tunai d
NASIONAL
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara, dituntut h
HUKUM DAN KRIMINAL