BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

Waktu Terasa Semakin Cepat, Benarkah Salah Satu Tanda Kiamat? Ini Penjelasan Ulama

Adelia Syafitri - Jumat, 03 Juli 2026 08:23 WIB
Waktu Terasa Semakin Cepat, Benarkah Salah Satu Tanda Kiamat? Ini Penjelasan Ulama
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Banyak orang merasa waktu berjalan semakin cepat.

Hari terasa berlalu tanpa disadari, pekan berganti begitu singkat, hingga tahun demi tahun seolah berlalu dalam sekejap.

Dalam ajaran Islam, fenomena tersebut disebutkan dalam sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tanda yang muncul menjelang hari kiamat.

Baca Juga:

Mengutip berbagai hadits sahih, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa menjelang akhir zaman akan terjadi taqārub az-zamān, yaitu keadaan ketika manusia merasakan waktu berlalu dengan sangat cepat.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونُ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونُ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونُ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونُ السَّاعَةُ كَالضَّرَمَةِ بِالنَّارِ

Artinya:

"Dari Abu Hurairah, Nabi SAW berkata: Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata." (HR Ahmad).

Hadits lain yang diriwayatkan Abu Hurairah juga menjelaskan beberapa tanda lain menjelang hari kiamat.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ

Artinya:

"Nabi SAW bersabda: 'Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj -yaitu pembunuhan- dan harta melimpah ruah kepada kalian.'" (HR al-Bukhari).

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits tersebut tidak dimaknai sebagai perubahan durasi siang atau malam secara fisik.

Menurut beliau, yang dimaksud adalah berkurangnya keberkahan waktu sehingga manusia merasa waktu tidak lagi cukup untuk menyelesaikan berbagai urusan.

Karena itu, mayoritas ulama berpendapat satu hari tetap terdiri dari 24 jam.

Yang berubah adalah persepsi manusia terhadap waktu dan berkurangnya keberkahan dalam memanfaatkannya.

Fenomena tersebut banyak dirasakan pada masa sekarang.

Aktivitas masyarakat semakin padat, namun banyak orang merasa waktu yang dimiliki tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.

Selain waktu yang terasa semakin cepat, Rasulullah SAW juga menyebut sejumlah tanda lain yang akan muncul menjelang hari kiamat, di antaranya:

- Munculnya Dajjal.
- Diutusnya Rasulullah SAW sebagai nabi di akhir zaman.
- Muncul banyak orang yang mengaku sebagai utusan Allah.
- Terjadinya peperangan besar antara dua kelompok.
- Kiamat terjadi pada hari Jumat.
- Hadits yang menyebut kiamat terjadi pada waktu Subuh.

Dalam ajaran Islam, tanda-tanda tersebut menjadi pengingat bagi umat agar meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Sebagaimana penutup yang lazim digunakan dalam pembahasan keagamaan, Wallahu a'lam, hanya Allah SWT yang mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ini Makna Hasbunallah wa Ni'mal Wakil, Zikir yang Mengajarkan Tawakal kepada Allah
Ini Daftar Perempuan yang Haram Dinikahi dalam Islam
Pemkab Asahan Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Ajak Warga Perkuat Iman dan Muhasabah
Azan Berkumandang Tanpa Henti Selama 24 Jam di Seluruh Dunia? Ini Penjelasannya
Ternyata Setan Sendiri Mengakui Keutamaan Ayat Kursi, Ini Kisahnya
Ulama Aceh Ajak Umat Maksimalkan Sisa Muharram dengan Ibadah, Sedekah, dan Peduli Sesama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru