Yusril Tegaskan Tak Ada Lagi Jalur Cepat Pengurusan ITAS dan ITAP WNA di Indonesia
JAKARTA Yusril Ihza Mahendra menegaskan saat ini tidak ada lagi jalur cepat dalam pengurusan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) maupun Izin Ting
NASIONAL
JAKARTA -Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah tokoh politik ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, untuk membahas susunan kabinet pemerintahan yang akan datang. Di antara yang hadir adalah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.
Kedua tokoh tersebut tiba di lokasi pada pukul 15.55 WIB dengan mengenakan setelan batik yang kompak, mencerminkan nuansa formal dan kehormatan dalam pertemuan tersebut. Meskipun tidak memberikan keterangan kepada wartawan, keduanya terlihat melambaikan tangan saat memasuki kediaman Prabowo.
Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menduduki posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi. Di sisi lain, posisi Yusril Ihza Mahendra dalam kabinet belum diketahui, menambah spekulasi mengenai peran penting yang mungkin akan diembannya.
Pertemuan ini berlangsung secara tertutup, dan tidak ada informasi detail yang diungkap mengenai pembicaraan di dalam. Prabowo Subianto, yang memimpin pertemuan tersebut, diyakini sedang melakukan finalisasi terhadap susunan kabinet yang akan membantu dalam kepemimpinannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, sejumlah nama yang juga hadir dalam pertemuan ini termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, Tito Karnavian, Gus Ipul, Gus Nusron, Fadli Zon, dan Zulkifli Hasan. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan dan komitmen politik yang kuat untuk menyukseskan pemerintahan yang baru.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut bahwa pertemuan ini merupakan langkah penting dalam proses finalisasi kabinet. “Rencananya seperti itu, akan diundang para calon menteri yang kemarin sudah menandatangani kesediaan membantu, tapi finalisasinya adalah hari ini,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Kedatangan tokoh-tokoh politik ini menandakan langkah strategis Prabowo dalam merangkul berbagai pihak untuk membangun pemerintahan yang solid dan efektif. Dengan latar belakang politik yang beragam, diharapkan kabinet yang akan dibentuk dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Pertemuan ini diharapkan dapat memuluskan langkah-langkah awal pemerintahan baru Prabowo-Gibran dalam mewujudkan janji-janji politik yang telah disampaikan selama kampanye. Sementara itu, publik menunggu informasi lebih lanjut mengenai struktur kabinet dan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan yang baru ini.
(N/014)
JAKARTA Yusril Ihza Mahendra menegaskan saat ini tidak ada lagi jalur cepat dalam pengurusan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) maupun Izin Ting
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh melalui Ditsamapta menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu di Kota Banda Aceh lewat program Juma
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta memeriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026 yang akan digelar pa
NASIONAL
JAKARTA Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian khusus kepada kiper Emil Audero usai kemenangan atas Oman dengan skor 3
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah Indonesia menawarkan peluang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia di bidang maritim, pelabuhan, logistik, hingga per
EKONOMI
MEDAN Pasangan suami istri (pasutri) ditemukan dalam kondisi tewas dan lemas di dalam mobil yang terparkir di Jalan Harapan Pasti, Kecamat
PERISTIWA
JAKARTA Nilai tukar rupiah tercatat menembus level Rp 18.100 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global pada Jumat (5/6/2026) mal
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring dengan koreksi tajam yang terjadi pada Indeks Harga
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp88,15 tril
EKONOMI
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko KumHAM Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa
POLITIK