BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

"Jangan Biarkan Dosa Jadi Belenggu Sampai Mati," Ulama Aceh Besar Ajak Umat Renungkan Makna Merdeka Sejati

T.Jamaluddin - Jumat, 21 Agustus 2026 14:13 WIB
"Jangan Biarkan Dosa Jadi Belenggu Sampai Mati," Ulama Aceh Besar Ajak Umat Renungkan Makna Merdeka Sejati
Pimpinan Dayah Muda Indrapuri sekaligus Ketua Majelis Akreditasi Dayah Aceh, Tgk Marbawi Yusuf. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR - Pimpinan Dayah Muda Indrapuri sekaligus Ketua Majelis Akreditasi Dayah Aceh, Tgk Marbawi Yusuf, menyampaikan pesan tentang makna kemerdekaan sejati dalam khutbah Jumat di Masjid Istiqamah Kemukiman Baet, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Jumat (21/8/2026).

Dalam khutbah yang bertepatan dengan 8 Rabiul Awal 1448 Hijriah itu, Tgk Marbawi mengajak umat Islam memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga sebagai upaya membebaskan diri dari hawa nafsu, dosa, maksiat, kesyirikan serta berbagai hal yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Menurutnya, kemerdekaan dan kemenangan merupakan anugerah Allah SWT kepada hamba-Nya. Karena itu, seorang Muslim tidak cukup hanya mengejar kebebasan di dunia, tetapi juga perlu mempersiapkan diri untuk meraih kemerdekaan hakiki di akhirat.

Baca Juga:

"Inilah kemenangan yang sesungguhnya. Bukan sekadar memiliki harta yang banyak, jabatan yang tinggi, rumah yang megah, atau kehidupan dunia yang serba cukup. Kemenangan terbesar adalah ketika Allah menyelamatkan kita dari neraka dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya," kata Tgk Marbawi dalam khutbahnya.

Dia menjelaskan, kemerdekaan sejati dimulai dari iman dan ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, seseorang belum sepenuhnya merdeka apabila hati dan pikirannya masih diperbudak hawa nafsu, harta, popularitas, jabatan maupun keinginan manusia.

Tgk Marbawi juga mengingatkan umat untuk menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang agama. Mata harus dijaga dari pandangan haram, telinga dari hal yang dilarang, sedangkan lisan harus dijauhkan dari dusta, fitnah, ghibah, namimah, cacian serta ucapan yang menyakiti orang lain.

Begitu pula tangan harus terbebas dari mengambil hak orang lain, kaki tidak digunakan untuk menuju kemaksiatan, serta perut dijaga dari makanan dan minuman haram maupun syubhat.

Dia mengingatkan jangan sampai masyarakat merayakan kemerdekaan bangsa, tetapi pada saat yang sama masih melakukan tindakan yang merugikan dan menyakiti sesama.

"Ketika ada kesempatan berbuat dosa tetapi kita meninggalkannya karena takut kepada Allah, saat itulah kita sedang belajar menjadi manusia merdeka. Ketika kita mampu menahan amarah, padahal kita mampu membalas, itulah kemerdekaan jiwa," pesannya.

Menurut Tgk Marbawi, seseorang juga perlu membangun kesabaran untuk mencapai kemerdekaan sejati. Kesabaran itu mencakup sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan serta menghadapi berbagai musibah dan ujian kehidupan.

Dia menegaskan sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar merupakan sikap tetap teguh berada di jalan Allah meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan.

Selain kesabaran, ketakwaan disebut menjadi bentuk kemerdekaan yang membebaskan manusia dari perbudakan dunia menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Idul Adha, Kapolda Sumut: Keteguhan dan Keikhlasan Hati Atas Segala Ketentuan Allah SWT
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru