BREAKING NEWS
Rabu, 26 Agustus 2026

Rukun dan Sunnah Wudhu: Perbedaan, Tata Cara, serta Bacaan Doanya

Adelia Syafitri - Rabu, 26 Agustus 2026 07:55 WIB
Rukun dan Sunnah Wudhu: Perbedaan, Tata Cara, serta Bacaan Doanya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Wudhu merupakan ibadah bersuci atau thaharah yang menjadi salah satu syarat sah sebelum melaksanakan salat.

Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah amalan yang termasuk rukun dan ada pula yang tergolong sunnah.

Memahami perbedaan keduanya penting agar wudhu yang dilakukan memenuhi ketentuan fikih sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Baca Juga:

Mengutip kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, rukun wudhu merupakan amalan pokok yang wajib dilakukan.

Jika salah satu rukun tertinggal, baik sengaja maupun karena lupa, wudhu dianggap tidak sah dan perlu diulang.

Adapun sunnah wudhu merupakan amalan pelengkap yang dianjurkan.

Jika dikerjakan mendapat pahala, sedangkan jika ditinggalkan, wudhu tetap sah, meski kesempurnaannya berkurang.

Rukun Wudhu

Ada enam rukun wudhu yang perlu diperhatikan.

1. Niat

Niat dihadirkan dalam hati bersamaan ketika air pertama kali menyentuh sebagian wajah. Lafaz niat yang disunnahkan adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul-wudhu'a liraf'il-hadatsil-ashghari fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah Ta'ala."

2. Membasuh wajah

Seluruh permukaan wajah dibasuh secara merata. Saat membasuh wajah, disunnahkan membaca:

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
Allahumma bayyidh wajhi yauma tabyadhdhu wujuhun wa taswaddu wujuh.

Artinya: "Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari ketika wajah-wajah menjadi putih dan hitam."

3. Membasuh kedua tangan hingga siku

Tangan kanan dibasuh terlebih dahulu, kemudian tangan kiri hingga melewati siku. Saat membasuh tangan kanan, bacaan yang dicantumkan dalam sumber adalah:

اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِيْ بِيَمِيْنيْ اَللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِي
Allahumma a'thini kitabi biyamini Allahumma laa tu'thini kitabi bisyimali.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah kitab amalku dari tangan kananku, ya Allah janganlah Engkau berikan buku catatan amalku dengan tangan kiri."

4. Mengusap sebagian kepala

Kepala diusap menggunakan air, baik pada kulit maupun rambut. Bacaan yang dicantumkan adalah:

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِي وَبَشَرِي عَلَى النَّارِ
Allahumma harrim sya'ri wa basyari 'alan-nar.

Artinya: "Ya Allah, haramkanlah rambut dan kulitku dari api neraka."

5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki

Kaki kanan dibasuh terlebih dahulu, kemudian kaki kiri hingga melewati mata kaki. Bacaan yang dicantumkan adalah:

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ
Allahumma tsabbit qadamayya 'alas-shirathi.

Artinya: "Ya Allah, teguhkanlah kedua kakiku di atas titian shirath."

6. Tertib

Tertib berarti melaksanakan seluruh rukun wudhu sesuai urutan, tanpa melompati tahapan.

Sunnah Wudhu

Selain rukun, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan dalam wudhu.

Di antaranya membaca Bismillah, membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke wadah air, berkumur, menghirup air ke hidung, mengusap seluruh kepala, serta mengusap kedua telinga dengan air baru.

Sunnah lainnya adalah menyisir jenggot yang tebal dengan jari, membasuh sela-sela jari tangan dan kaki, mendahulukan anggota tubuh bagian kanan kemudian kiri, serta membasuh masing-masing anggota sebanyak tiga kali.

Ada pula muwalat, yakni tidak memberikan jeda terlalu lama antara pembasuhan anggota wudhu.

Dalam penjelasan tersebut, batasannya adalah tidak sampai anggota wudhu yang telah dibasuh mengering sendiri dalam keadaan normal.

Doa Setelah Wudhu

Setelah selesai berwudhu, umat Islam dianjurkan membaca doa. Bacaan yang dirujuk dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi adalah:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu. Allahummaj'alni minat-tawwabina waj'alni minal-mutathahhirin.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri."

Dengan memahami rukun dan sunnah wudhu, umat Islam dapat lebih memperhatikan tata cara bersuci sebelum melaksanakan salat.

Rukun menjadi bagian yang harus dipenuhi agar wudhu sah, sedangkan sunnah menjadi amalan penyempurna yang dianjurkan untuk dilakukan.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Di Sela Groundbreaking PLTS Raksasa, Prabowo Selipkan Pesan Maulid Nabi: Doa Harus Diiringi Kerja Nyata
Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal: Ini Makna, Sejarah dan Dalilnya
Kapolda Aceh Hadiri Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman, Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat
Menelusuri Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Ragam Tradisinya di Indonesia
Pemerintahan yang Adil Tidak Alergi Kritik
Bukan Dilarang, Ini Batasan Berhias bagi Perempuan dalam Islam
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru