BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

Benarkah Umur Umat Islam Tidak Sampai 1.500 Hijriah? Ini Penjelasannya

Adelia Syafitri - Selasa, 06 Oktober 2026 07:51 WIB
Benarkah Umur Umat Islam Tidak Sampai 1.500 Hijriah? Ini Penjelasannya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Benarkah umur umat Islam di dunia tidak akan mencapai 1.500 Hijriah?

Pertanyaan ini kembali menjadi perhatian seiring umat Islam kini memasuki tahun 1448 Hijriah.

Sejumlah pendapat yang beredar menyebut umur umat Islam tidak akan sampai 1.500 Hijriah.

Baca Juga:

Jika dihitung dari tahun 1448 Hijriah, angka tersebut memang tinggal sekitar 52 tahun lagi.

Namun, tidak ada dalil sahih dalam Al-Qur'an maupun hadis yang secara tegas menyebut umur umat Islam akan berakhir pada tahun 1.500 Hijriah.

Angka tersebut lebih banyak muncul dari penafsiran sebagian ulama terhadap sejumlah hadis mengenai rentang waktu umat-umat terdahulu dan umat Islam.

Dalam buku Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah, yang diterjemahkan Subhanur, disebutkan pendapat Imam Suyuthi dalam risalahnya Al-Kasyfu 'an Mujawazati Hadzihil Ummatil Alfi.

Imam Suyuthi menjelaskan sejumlah hadis yang menunjukkan umur umat Islam lebih dari 1.000 tahun, tetapi kelebihannya tidak mencapai 500 tahun.

Pendapat tersebut kemudian menjadi salah satu dasar munculnya perkiraan bahwa umur umat Islam tidak sampai 1.500 tahun.

Ada pula pendapat yang menghitung umur umat Islam sekitar 1.400 tahun lebih sedikit.

Perhitungan ini dikaitkan dengan usia umat Yahudi, umat Nasrani, dan tambahan waktu 500 tahun berdasarkan sebuah hadis.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Sa'id bin Abu Waqqas RA, Rasulullah SAW bersabda, "Saya berharap umatku tidak lemah di sisi Tuhannya yang menunda mereka selama setengah hari." Sa'id bertanya, "Berapakah setengah hari itu?" Beliau menjawab, "500 tahun." (HR Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah).

Sejumlah ahli hadis kemudian melakukan perhitungan berdasarkan rentang waktu antara umat Yahudi, umat Nasrani dan masa diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Dari perhitungan tersebut muncul angka sekitar 1.400 tahun lebih sedikit.

Meski demikian, perhitungan tersebut tidak dapat dijadikan kepastian bahwa umat Islam akan berakhir pada tahun tertentu.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, mengingatkan bahwa waktu terjadinya kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT.

Menurut dia, Rasulullah SAW juga tidak pernah menentukan kapan kiamat akan terjadi.

Nabi Muhammad SAW hanya memberikan gambaran mengenai dahsyatnya hari kiamat serta tanda-tanda yang akan mendahuluinya.

"Pasti datang hari kiamat. Cuman apakah kita sudah punya persiapan? Pakai hitungan segala macam. Biarpun dinisbatkan kepada ulama sudah dikatakan tidak ada yang tahu hari kiamat (tiba) kecuali Allah," jelas Buya Yahya dalam ceramah yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Senin (5/10/2026).

Buya Yahya juga menegaskan bahwa angka 1.500 tidak boleh dipahami sebagai kepastian waktu terjadinya kiamat kubra atau kehancuran alam semesta.

"Kalau ada seseorang (yang mengatakan) 1500 kiamat, maksudnya gimana ini? Kiamat apa? Apakah kiamat kubra dengan leburnya semesta ini? Oh bukan. Enggak boleh kita ngomong itu karena sudah dikatakan yang tahu hanya Allah," tegasnya.

Al-Qur'an secara tegas menyebut bahwa waktu terjadinya kiamat merupakan pengetahuan Allah SWT.

Manusia tidak diberikan kepastian mengenai kapan hari tersebut berlangsung.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 187:

"Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba."

Ayat tersebut menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang dapat memastikan kapan kiamat terjadi.

Hal serupa ditegaskan dalam Surah Al-Ahzab ayat 63.

Allah SWT berfirman bahwa pengetahuan mengenai hari kiamat hanya berada di sisi-Nya dan manusia tidak mengetahui waktunya.

Karena itu, pembahasan mengenai angka 1.500 Hijriah lebih tepat dipahami sebagai hasil penafsiran dan perhitungan sebagian ulama, bukan sebagai kepastian mengenai batas akhir kehidupan umat Islam.

Sejumlah hadis sahih menyebutkan berbagai tanda yang akan mendahului datangnya kiamat.

Dalam hadis Abu Syuraihah Hudzaifah bin Usaid, Rasulullah SAW bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya: (1) terbitnya matahari dari barat, (2) asap, (3) binatang melata, (4) munculnya Yakjuj dan Makjuj, (5) keluarnya Dajjal, (6) munculnya Isa bin Maryam, (7) tiga gerhana; gerhana di barat (8) gerhana di timur, (9) gerhana di Jazirah Arab, (10) api yang keluar dari dasar Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia dan bersama mereka di mana saja berada." (HR Muslim, Ahmad, dan lainnya. Ibnu Katsir mengatakan hadits ini shahih).

Dengan demikian, tidak ada dasar yang cukup untuk memastikan bahwa umat Islam akan berakhir pada tahun 1.500 Hijriah.

Yang menjadi pesan utama dalam ajaran Islam adalah bahwa kiamat pasti terjadi, tetapi waktunya merupakan rahasia Allah SWT.

Manusia justru diperintahkan untuk mempersiapkan diri dengan amal dan ketakwaan, bukan menetapkan sendiri kapan hari kiamat akan tiba.

Wallahu a'lam.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ingin Rezeki Halal dan Berkah? Amalkan 7 Doa Ini di Pagi Hari
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi
Ketika Kekuasaan Tidak Diperebutkan, Belajar dari Pemilihan Utsman bin Affan r.a.
Benarkah Salat Peminum Khamar Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasannya
Ini 5 Bahan Alami yang Disebut dalam Riwayat Pengobatan Nabi Muhammad SAW
Sebelum Ajal Menjemput, Ini 7 Amalan yang Bisa Dipersiapkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru