BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

Mengenal Al Jabbar, Asmaul Husna untuk Memohon Kekuatan dan Perlindungan

Adelia Syafitri - Rabu, 07 Oktober 2026 07:45 WIB
Mengenal Al Jabbar, Asmaul Husna untuk Memohon Kekuatan dan Perlindungan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Al Jabbar merupakan salah satu Asmaul Husna atau nama-nama Allah SWT yang agung.

Nama ini kerap disebut dalam doa dan zikir oleh umat Islam untuk memohon kekuatan, ketenangan hati, serta perlindungan dari keburukan dan tindakan zalim.

Asmaul Husna merupakan nama-nama milik Allah SWT yang paling agung dan mulia.

Baca Juga:

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa berdoa dan berzikir dengan menyebut nama-nama Allah tersebut.

Salah satu Asmaul Husna yang banyak diamalkan adalah Al Jabbar.

Lantas, apa makna Al Jabbar, bagaimana bacaan doa dan zikirnya, serta apa keutamaan yang disebutkan dalam sejumlah sumber?

Makna Al Jabbar

Secara bahasa, Al Jabbar berarti Yang Maha Perkasa.

Mengutip buku Ayat-ayat Penyeru Allah SWT karya Sukanto, Al Jabbar memiliki makna bahwa Allah SWT adalah Yang Maha Perkasa, Yang Maha Tidak Terjangkau, Yang Maha Memaksa, sekaligus Yang membantu atas keperkasaan-Nya yang tidak tertandingi.

Al Jabbar juga dimaknai bahwa apa pun yang dikehendaki Allah SWT tidak mungkin diingkari.

Sebagai hamba, manusia menyadari kelemahan dan kekurangannya serta menyerahkan harapan kepada Allah SWT Yang Maha Perkasa.

Doa Al Jabbar dalam Surah Al-Hasyr Ayat 23

Menukil buku Mukhtasar Asmaul Husna Infografik karya Asma' Harun, Al Jabbar dapat disebut dalam doa.

Salah satu landasannya terdapat dalam Surah Al-Hasyr ayat 23.

Allah SWT berfirman:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Huwallâhulladzî lâ ilâha illâ huw, al-malikul-quddûsus-salâmul-mu'minul-muhaiminul-'azîzul-jabbârul-mutakabbir, sub-ḫânallâhi 'ammâ yusyrikûn.

Artinya: "Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera. Yang Maha Mengaruniakan Keamanan, Yang Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan." (QS Al-Hasyr: 23)

Doa Al Jabbar dalam Hadis Rasulullah

Doa yang berkaitan dengan Al Jabbar juga disebutkan dalam hadis.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

تَكُونُ الْأَرْضُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً، يَتَكَفَّؤُهَا الْجَبَّارُ بِيَدِهِ.
Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzatan wāḥidatan, yatakaffa'uhā al-jabbāru biyadih.

Artinya: "Pada hari kiamat nanti, bumi bagaikan sekeping roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Memaksa) dengan memutar-mutarkan menggunakan tangan-Nya." (HR Bukhari)

Bacaan Zikir Ya Jabbar

Al Jabbar juga dapat diamalkan sebagai zikir.

Dalam buku Keutamaan Dzikir dan Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim, salah satu bacaan yang disebutkan adalah:

يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ
Ya Jabbar Mutakabbir.

Artinya: "Wahai Yang Maha Perkasa dan Memiliki Segala Kebesaran."

Keutamaan Mengamalkan Zikir Al Jabbar

Merangkum tulisan Syekh Ahmad bin Ali Al-Buni dalam Syamsul Ma'arif Wa Latha'iful 'Awarif, terdapat sejumlah keutamaan yang dikaitkan dengan mengamalkan zikir Al Jabbar.

Salah satunya adalah keyakinan bahwa amalan Al Jabbar dapat membuat orang lain tunduk.

Dalam sumber tersebut disebutkan anjuran membaca Al Jabbar sebanyak 100 kali setelah salat fardu secara istikamah.

Jika seseorang menghadapi musuh yang kerap mengganggu, sumber tersebut juga menyebut anjuran membaca Al Jabbar sebanyak 226 kali pada pagi dan sore hari, kemudian dilanjutkan dengan doa.

Al Jabbar juga disebut diyakini dapat menjadi perlindungan dari orang yang hendak berbuat keji.

Salah satu tata cara yang disebutkan adalah membaca Al Jabbar sebanyak 11 kali sambil menahan napas, kemudian menghembuskannya ke arah orang yang dianggap hendak berbuat keji.

Selain itu, Al Jabbar juga dikaitkan dengan perlindungan dari kejahatan dan keberingasan orang zalim.

Caranya disebut dengan membaca Al Jabbar sedikitnya 100 kali setiap selesai salat secara istikamah.

Namun, perlu dicatat bahwa anjuran-anjuran khusus mengenai jumlah bacaan dan manfaat tertentu tersebut tidak ditemukan dalam hadis shahih.

Karena itu, pembaca perlu membedakan antara zikir dengan menyebut Asmaul Husna sebagai bentuk ibadah dan klaim mengenai khasiat khusus suatu hitungan bacaan.

Al Jabbar juga kerap diamalkan oleh sebagian orang ketika sedang mengalami sakit hati atau menghadapi seseorang yang dianggap telah menyakiti hati.

Pada bagian ini pun, anjuran khusus tersebut tidak ditemukan dalam hadis shahih.

Wallahu a'lam.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Benarkah Umur Umat Islam Tidak Sampai 1.500 Hijriah? Ini Penjelasannya
Ingin Rezeki Halal dan Berkah? Amalkan 7 Doa Ini di Pagi Hari
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi
Ketika Kekuasaan Tidak Diperebutkan, Belajar dari Pemilihan Utsman bin Affan r.a.
Benarkah Salat Peminum Khamar Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasannya
Ini 5 Bahan Alami yang Disebut dalam Riwayat Pengobatan Nabi Muhammad SAW
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru