BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Mengapa Umat Islam Harus Meneladani Rasulullah SAW? Ini Penjelasan Prof Hasanuddin Yusuf Adan

T.Jamaluddin - Jumat, 09 Oktober 2026 14:00 WIB
Mengapa Umat Islam Harus Meneladani Rasulullah SAW? Ini Penjelasan Prof Hasanuddin Yusuf Adan
etua Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, Prof. Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR – Ketua Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, Prof. Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA, mengajak umat Islam menjadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, nilai kasih sayang, kejujuran, keramahan, dan kelembutan perlu diterapkan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Hasanuddin dalam khutbah Jumat di Masjid Baitul Maghfirah, Dusun Beurami, Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 9 Oktober 2026.

Baca Juga:

Dalam khutbahnya, Hasanuddin mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Ia merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 107 yang menjelaskan bahwa pengutusan Rasulullah merupakan rahmat bagi sekalian alam.


Menurut Hasanuddin, umat Islam perlu memahami pesan tersebut dengan mengikuti keteladanan Rasulullah dalam berbagai aspek kehidupan.

Sifat kasih sayang, kejujuran, kearifan, keramahan, dan kemurahan hati, kata dia, merupakan nilai yang dapat menjadi pedoman dalam membangun hubungan dengan sesama.

Hasanuddin juga mengutip Surah Al-Hasyr ayat 7 yang memerintahkan umat untuk menerima apa yang dibawa Rasulullah dan meninggalkan apa yang dilarangnya.

Ia menjelaskan, kedua ayat tersebut saling berkaitan.

Jika Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, umat manusia juga diperintahkan untuk mengikuti ajaran dan tuntunan yang beliau sampaikan.

"Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi umat manusia tidak mengikuti titah perintah Rasulullah saw, kecuali bagi orang-orang kafir yang tidak mau beriman kepadanya," tegasnya.

Dalam khutbah tersebut, Hasanuddin turut menjelaskan kisah Ibnu Mas'ud dengan seorang perempuan dari Bani Asad yang dikenal sebagai Ummu Ya'qub.

Kisah itu berkaitan dengan pemahaman terhadap ajaran Rasulullah dan perintah Allah dalam Al-Qur'an.

Hasanuddin menceritakan, perempuan tersebut mempertanyakan penjelasan mengenai larangan menato, meminta tato, mencukur bulu alis, serta mengubah ciptaan Allah untuk kecantikan.

Ia mengaku telah membaca Al-Qur'an, tetapi tidak menemukan penjelasan yang dimaksud.

Ibnu Mas'ud kemudian merujuk pada Surah Al-Hasyr ayat 7 dan menjelaskan bahwa ia mendengar langsung tuntunan Rasulullah SAW.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, perempuan itu memahami maksud yang disampaikan Ibnu Mas'ud.

Menurut Hasanuddin, kisah tersebut mengandung pelajaran tentang pentingnya memahami dan menaati tuntunan Rasulullah, termasuk ketika suatu ajaran dijelaskan melalui hadis dan sunnah.

Ia juga mengingatkan bahwa keteladanan Rasulullah perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, terutama ketika berinteraksi dengan orang lain.

Hasanuddin mengatakan, umat Islam perlu meneladani sikap lemah lembut Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengingatkan agar umat tidak bersikap kasar atau kejam dalam menghadapi perbedaan maupun persoalan sehari-hari.

Menurut dia, nilai rahmat yang dibawa Rasulullah tidak hanya berkaitan dengan hubungan seseorang dengan Allah, tetapi juga menyangkut cara memperlakukan keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

"Rahmat yang ada pada diri Rasulullah saw itu dialamatkan Allah untuk umat manusia termasuklah kita di dalamnya, maka ambillah rahmat itu menjadi panduan dalam kehidupan baik berkeluarga, bermasyarakat maupun bernegara sebagaimana yang telah diprakarsai Rasulullah sendiri dalam kehidupan mereka," pungkas Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry ini.

Melalui pesan tersebut, Hasanuddin berharap umat Islam dapat menjadikan ajaran Rasulullah sebagai pedoman untuk membangun kehidupan yang lebih tenteram, mengedepankan kasih sayang, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Ia menekankan bahwa keteladanan Rasulullah perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan sosial dan bernegara.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jangan Asal Cerita ke Teman! Ini Hukum Membongkar Rahasia Ranjang Menurut Islam
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Jumat 9 Oktober 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Sambut Ratusan Ulama Dunia: TNI-Polri & Pemda Aceh Siagakan Pengamanan Humanis Muzakarah Sufi
Bangkit Kilat Pascabanjir: Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur & Amankan 1.700 BPD Minyak
Janji Ditepati! Kapolres Aceh Selatan Sulap Rumah Janda Eks Kombatan GAM Jadi Layak Huni Sekaligus Kios Usaha
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Kamis 8 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru