BREAKING NEWS
Minggu, 11 Oktober 2026

Pengajian di Masjid Taqwa Banda Aceh Bahas Makna Tidur dan Kematian dari Perspektif Medis Serta Agama

T.Jamaluddin - Minggu, 11 Oktober 2026 08:45 WIB
Pengajian di Masjid Taqwa Banda Aceh Bahas Makna Tidur dan Kematian dari Perspektif Medis Serta Agama
dr. M. Mizfaruddin, M.Kes, Sp. FMin, C. CHt. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Makna tidur dan kematian menjadi pembahasan dalam pengajian rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, Minggu (11/10/2026). Dalam kajian tersebut, Ustaz dr. M. Mizfaruddin, M.Kes., Sp.FMin., C.CHt., mengajak jamaah memahami tidur sebagai tanda kebesaran Allah sekaligus kebutuhan penting bagi kesehatan manusia.

Materi pengajian yang bertajuk Tidur dan Kematian: Memahami Tanda Kebesaran Allah dalam Perspektif Iman dan Kesehatan itu mengulas hubungan antara kehidupan spiritual, keterbatasan manusia, dan pentingnya menjaga pola tidur yang sehat.

Dalam pemaparannya, Mizfaruddin menjelaskan bahwa tidur bukan sekadar aktivitas biologis untuk memulihkan energi. Peristiwa sehari-hari tersebut juga dapat menjadi pengingat bagi manusia mengenai kekuasaan Allah atas kehidupan dan kematian.

Baca Juga:

Salah satu ayat yang dibahas adalah Surah Ar-Rum ayat 23, yang menyebut tidur pada malam dan siang hari sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Sementara itu, Surah Az-Zumar ayat 42 menjelaskan hubungan antara tidur, jiwa, dan kematian dalam perspektif Al-Qur'an.

Meski demikian, tidur dan kematian tidak dapat disamakan secara medis. Tidur merupakan kondisi fisiologis normal yang dapat dipulihkan, sedangkan kematian merupakan berakhirnya kehidupan. Perumpamaan tidur sebagai kematian kecil digunakan sebagai bahan renungan spiritual, bukan untuk menyamakan kedua kondisi tersebut secara harfiah.

Mizfaruddin juga mengaitkan pentingnya tidur dengan fungsi tubuh manusia. Saat tidur, otak memproses ingatan, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan, dan sistem kekebalan tetap bekerja. Karena itu, tidur yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Sebaliknya, kekurangan tidur dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, memengaruhi pengendalian emosi, serta meningkatkan risiko kecelakaan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, masalah tidur juga dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme dan penyakit kardiovaskular.

Dalam kajian tersebut, jamaah juga diajak memahami peran sistem saraf dalam mengatur respons tubuh terhadap stres. Sistem saraf simpatis membantu tubuh menghadapi situasi yang membutuhkan kesiagaan, sedangkan sistem saraf parasimpatis mendukung keadaan istirahat dan pemulihan.

Pengelolaan stres, keteraturan waktu tidur, olahraga, dan kebiasaan spiritual yang menenangkan disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental.

Selain menjelaskan sisi kesehatan, materi pengajian menguraikan sejumlah adab tidur yang dicontohkan Rasulullah SAW. Di antaranya menyegerakan tidur setelah menyelesaikan aktivitas yang diperlukan, berwudu sebelum berbaring, tidur dengan posisi miring ke kanan, serta membaca doa dan berzikir sebelum tidur.

Mizfaruddin menekankan bahwa tuntunan agama perlu dipahami sesuai konteksnya. Anjuran tidur miring ke kanan, misalnya, merupakan bagian dari adab yang dicontohkan Rasulullah SAW, tetapi kebutuhan posisi tidur seseorang tetap dapat berbeda sesuai kondisi kesehatan.

Ia juga mengingatkan agar gangguan tidur yang berlangsung berulang kali tidak semata-mata dianggap sebagai persoalan spiritual. Kesulitan tidur berkepanjangan, dengkuran keras yang disertai jeda napas, atau rasa kantuk berlebihan pada siang hari dapat memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru