Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dalam buku Syarh Al-Qur'an karya M. Sakti Garwan, pemikiran M. Quraish Shihab mengenai Surah An-Nas ayat 6 menjelaskan bahwa kata min dalam ayat tersebut dapat dimaknai sebagai sebagian.
Artinya, tidak semua jin dan manusia menjadi pembisik kejahatan.
Ada pula jin dan manusia yang berbuat baik dan menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk Allah SWT.
Penjelasan mengenai keberagaman golongan jin juga terdapat dalam Surah Al-Jinn ayat 11.
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
Artinya: "Dan sesungguhnya di antara kami ada yang saleh-saleh dan ada juga di antara kami yang tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda."
Ayat tersebut menunjukkan bahwa jin memiliki golongan dan jalan hidup yang berbeda-beda.
Karena itu, tidak tepat jika seluruh jin dianggap memiliki sifat yang sama.
Dalam konteks Surah An-Nas, istilah setan merujuk pada pihak yang menggoda, membisikkan keburukan, dan mengajak manusia menjauh dari kebenaran.
Godaan itu dapat berasal dari makhluk gaib maupun manusia yang secara sadar memengaruhi orang lain untuk melakukan perbuatan tercela.
Setan manusia dapat menyesatkan melalui perkataan dan tindakan
Setan dari golongan jin digambarkan sebagai makhluk yang tidak terlihat oleh manusia.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.