Gotong Royong dan APBN, Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap di Sumatera
JAKARTA Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Hal ini di
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, baru-baru ini mengungkapkan hasil penting dari pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Brasil, Carlos Favaro, yang berlangsung di Chapada Dos Guimaraes, Brasil. Pertemuan ini menandai langkah besar dalam kerjasama antara kedua negara dalam sektor peternakan, dengan fokus pada peningkatan produksi susu dan daging sapi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, tim Kementerian Pertanian Indonesia menginisiasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Asiabeef Biofarma Indonesia (Asiabeef) dan Agropecuaria 31 (31 Group), perusahaan peternakan ternama dari Brasil. MoU ini mencakup komitmen kerjasama investasi untuk pengembangan 100.000 ekor ternak sapi perah tropis asal Brasil di Indonesia. Nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp 4,5 triliun ini diharapkan akan memberikan dorongan signifikan terhadap upaya swasembada daging dan susu dalam negeri.
Menteri Amran menjelaskan, “Kehadiran investor asal Brasil ini dapat turut mendukung upaya kita untuk swasembada daging dan susu.” Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor protein daging sapi dan susu. “Semua investasi ini akan menciptakan lapangan kerja baru di berbagai bidang peternakan,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Brasil, Carlos Favaro, berkomitmen untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia. Ia berjanji akan membawa sejumlah pengusaha besar dari sektor peternakan Brasil untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan rencana kedatangan para pengusaha tersebut, diharapkan akan tercapai kesepakatan lanjutan yang lebih komprehensif mengenai pembangunan sektor peternakan di Indonesia.
Kerjasama ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan produksi susu dan daging sapi domestik tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Brasil. Investasi ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri peternakan di berbagai daerah di Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah Indonesia untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak dalam negeri. Dengan dukungan investasi internasional dan kerjasama bilateral yang kuat, Indonesia berharap dapat mengatasi tantangan dalam sektor pangan dan mencapai tujuan swasembada dengan lebih efektif.
(K/09)
JAKARTA Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Hal ini di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menapaki dunia pers lebih dari tiga dekade, Dar Edi Yoga memaknai profesinya bukan sekadar pekerjaan, melainkan ruang kontemplas
PENDIDIKAN
JAKARTA Indonesia menerima hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia, yang akan difokuskan untuk operasi militer selai
NASIONAL
SERDANG BEDAGAI Aktivitas pagi di Pasar Rakyat Perbaungan, Kelurahan Batang Terab, Kecamatan Perbaungan, mendadak ricuh, Rabu (25/2/2026
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menerima hasil opini Ombudsman RI terkait Penilaian Maladministrasi Pelayanan
PEMERINTAHAN
DENPASAR Kepolisian Daerah Bali menggelar buka puasa bersama insan pers sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim, Selasa (25/2/20
NASIONAL
PANDAN Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Caritas Indonesia menandatangani Kesepakatan Bersama untuk program peningk
PEMERINTAHAN
BATAM Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap pada tuntutan pidana mati terhadap Anak Buah Kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadhan, dalam kasus p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong seluruh kepala daerah memanfaatkan program Tiga Juta Rumah sebagai upaya
NASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan dasar hukum para terdakwa menjual 8.077 hektar tanah berstatus Hak Guna Usaha (HGU) PTPN1