Hakim Bacakan Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Sore Ini
JAKARTA Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Richard Edwin Basoeki, dijadwalkan membacakan putusan praperadilan yang diajukan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA– Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengemukakan kritik tajam terhadap kebijakan Kurikulum Merdeka yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Ristek, Nadiem Makarim. Kritik tersebut disampaikan dalam acara diskusi bertajuk “Menggugat Kebijakan Anggaran Pendidikan” yang berlangsung di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, pada Sabtu (7/9).
Dalam diskusinya, Kalla menilai bahwa Kurikulum Merdeka justru mengakibatkan siswa tidak memiliki motivasi belajar yang cukup, terutama setelah dihapusnya Ujian Nasional (UN). Menurut Kalla, Ujian Nasional merupakan salah satu motivasi penting bagi siswa untuk belajar dengan giat. “Saya konservatif, anak itu, kita ini, kita semua pernah sekolah kan? Kapan kita belajar? Kan mau ujian, ya, kan. Kalau tidak ada ujiannya, kapan belajarnya?” ujar Kalla.
Kalla juga mempertanyakan keberhasilan konsep “Kampus Merdeka” yang dianggapnya tidak memberikan hasil yang memadai. “Kampus merdeka, apa merdekanya? Tidak merdeka aja tidak belajar, apalagi merdeka,” tambahnya.
JK menegaskan bahwa tidak seharusnya kebijakan kurikulum diterapkan secara seragam di seluruh sekolah di Indonesia. Ia berpendapat bahwa keberadaan Ujian Nasional seharusnya tidak dianggap sebagai beban berat, melainkan sebagai salah satu bentuk evaluasi yang penting. “Saya bilang biar aja kalau anak-anak itu berapa sih stres paling tinggi 1%, tapi lebih stres lagi kalau tidak ada kerjaan,” katanya.
Kritik Kalla juga meliputi masalah terkait pendidikan vokasi di Indonesia. Ia menyoroti jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sangat banyak—10 ribu swasta dan 5 ribu pemerintah—namun banyak lulusannya yang tidak bekerja sesuai dengan kejuruan mereka. “Kita punya luar biasa bikin SMK, dia buat SMK sekarang di Indonesia 10 ribu swasta, 5 ribu pemerintah, tapi 75 persen caddy di lapangan golf tamatan SMK, siapa suka golf boleh tanya 75 persen caddy tamatan SMK,” jelas Kalla.
Menurut Kalla, masalah ini disebabkan oleh dua faktor utama: ketidakmampuan ekonomi dan kekurangan dalam sistem pendidikan itu sendiri. Ia mengkritik bahwa ekonomi yang tidak berkembang menyebabkan lulusan SMK tidak memiliki kesempatan kerja sesuai kejuruan mereka, dan sistem pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Dua-duanya salah, ekonomi kita tidak berkembang akhirnya mereka sekolah SMK tidak ada kerjaan atau mereka tamat asal tamat sehingga tidak bisa bekerja mengembangkan ekonomi,” ujarnya.
Kurikulum Merdeka sendiri adalah sebuah inisiatif yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran, dengan memberikan siswa lebih banyak pilihan dalam memilih pelajaran sesuai minat dan bakat mereka. Pemerintah berharap kurikulum ini akan mempermudah siswa dalam mendalami konsep dan meningkatkan kompetensi mereka. Namun, Kalla menilai bahwa meski memiliki tujuan yang baik, penerapannya belum mampu menjawab tantangan nyata yang ada di lapangan.
(N/014)
JAKARTA Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Richard Edwin Basoeki, dijadwalkan membacakan putusan praperadilan yang diajukan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan tingkat bantuan sosial atau bansos yang salah sasaran sem
EKONOMI
MEDAN Hendra Pawarna Batubara, eks Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal, ingin kembali menata k
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas akan berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menentukan status jabatan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khu
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut lebih aktif turun ke lapangan untu
NASIONAL
SERGAI Kecelakaan antara kereta api Siantar Ekspres dan mobil Toyota Avanza terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusu
PERISTIWA
MEDAN Personel gabungan Polsek Medan Area kembali menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba di kawasan Gang Jati I
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Medan mendorong penguatan keterbukaan informasi publik hingga ke tingkat satuan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani menegaskan pemilihan umum tetap digelar pada 2029. Pernyataan itu disampaikan
POLITIK