BREAKING NEWS
Minggu, 05 April 2026

Menteri ESDM Bahlil Siap Tempuh Cara Tak Lazim Demi Dongkrak Lifting Minyak Nasional?

- Rabu, 21 Mei 2025 16:21 WIB
Menteri ESDM Bahlil Siap Tempuh Cara Tak Lazim Demi Dongkrak Lifting Minyak Nasional?
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANGERANG -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan siap mengambil langkah-langkah di luar kelaziman guna meningkatkan angka lifting minyak nasional yang masih jauh dari kebutuhan dalam negeri.

Dalam paparannya di ajang The 49th IPA Convention and Exhibition di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Bahlil menyebut bahwa lifting minyak nasional tahun 2024 tercatat hanya sebesar 580 ribu barel per hari (bph), sementara kebutuhan nasional mencapai 1 juta bph, sehingga harus ditutupi lewat impor.

"Kami dari Kementerian ESDM terpaksa melakukan hal-hal yang di luar kelaziman. Kalau hal-hal yang lazim terus dilakukan, rasanya lifting kita akan stagnan. Maka dari itu, kami akan melakukan perubahan regulasi besar-besaran," kata Bahlil.

Langkah pertama adalah perombakan regulasi migas. Pemerintah tidak lagi mempersoalkan sistem pembagian hasil antara gross split dan cost recovery. Ini dilakukan demi mempercepat investasi dan produksi di sektor migas.

Gross split: pembagian hasil langsung antara pemerintah dan kontraktor, tanpa penggantian biaya.

Cost recovery: kontraktor mendapat penggantian biaya operasi dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah akan menindak tegas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang dinilai lamban dalam mengelola blok migas. Jika dalam lima tahun tidak menunjukkan perkembangan, maka izin akan ditarik dan dialihkan ke investor baru.

"Ini tidak pandang bulu. Jika Presiden Prabowo mengizinkan, bahkan BUMN pun akan kami perlakukan sama," tegas Bahlil.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam menurunkan ketergantungan pada impor energi, meningkatkan produksi dalam negeri, serta menjamin ketahanan energi nasional di era transisi energi.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru