Tiga Pembuktian Perkara Membatalkan Pencalonan Wapres Gibran
OlehHerman DirgantaraTHE least dangerous branch of the American government is the most extraordinarily powerful court of law the world has
OPINI
JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (17/6/2025).
Mengacu pada data Refinitiv, rupiah dibuka pada level Rp 16.300 per dolar AS, menguat 0,22% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah tren pelemahan dolar AS secara global.
Pada pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) turun ke posisi 98,18, level terendah dalam tiga tahun terakhir.
Tekanan terhadap greenback dipicu meningkatnya ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.
Menurut laporan Financial Times, tekanan terhadap dolar AS makin dalam usai pernyataan Trump yang mengindikasikan akan mengirim surat resmi kepada mitra dagang utama terkait penerapan tarif baru dalam waktu dekat.
Langkah ini berpotensi mengakhiri masa jeda 90 hari dalam kebijakan tarif "timbal balik".
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar akan eskalasi perang dagang, terutama antara AS dan Tiongkok.
Kekhawatiran ini juga diperburuk oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, setelah pemerintahan Trump mengizinkan keluarnya personel militer non-esensial dari kawasan tersebut.
Sinyal dari Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengindikasikan akhir dari siklus penurunan suku bunga turut menekan dolar.
Euro tercatat naik 0,8% menjadi US$1,158, menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2021.
Kondisi ini memperparah penurunan dolar AS yang telah melemah hampir 10% sepanjang tahun 2025.
Investor global kian waspada terhadap risiko ekonomi AS, mulai dari defisit anggaran yang melebar, hingga turunnya daya tarik aset berdenominasi dolar.
Meski menguat, nilai tukar rupiah tetap berada dalam tekanan eksternal yang kuat.
Ketidakpastian arah kebijakan global, terutama dari AS, masih menjadi faktor utama yang membayangi stabilitas mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bank Indonesia diharapkan terus mengedepankan kebijakan stabilisasi melalui triple intervention (pasar valas, obligasi, dan DNDF) guna menjaga kestabilan rupiah di tengah dinamika global yang penuh tantangan.*
(cb/a008)
OlehHerman DirgantaraTHE least dangerous branch of the American government is the most extraordinarily powerful court of law the world has
OPINI
REMBANG Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyebut ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesi
NASIONAL
BINJAI Gagasan pembangunan lembaga pendidikan kejuruan berbasis agama dan semi militer mulai dijajaki di Sei Remban. Penjajakan tersebut
PENDIDIKAN
JAKARTA Guru Besar Universitas Trisakti sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Prof. Trubus Rahardiansah mengingatkan agar percepatan penye
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia meminta penyelarasan instrumen penilaian reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan publik segera d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung masih mempelajari putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Rise
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati postur belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Bel
EKONOMI
Oleh Yakub F. IsmailDUKA nasional belum berakhir. Misteri hilangnya lima jurnalis bersama kru Speedboat Arupadhatu 1 sampai kini masih belu
OPINI
LANGKAT Ketua Persadaan Merga Silima (PMS) Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP, bersama jajaran pengurus dan panitia pelantika
NASIONAL
MEDAN Ombudsman RI didesak mengambil langkah hukum dengan memidanakan seluruh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang menghalanghal
PERISTIWA