Fakta Sidang: Pria di Medan Bekap Istri hingga Tewas usai Cekcok
MEDAN Seorang pria, Asrizal (46), didakwa membunuh istrinya, Nur Sri Wulandari, di rumah mereka di kawasan Medan Helvetia, Kota Medan. P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – PT KCC Glass Indonesia, anak usaha raksasa industri kaca asal Korea Selatan, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah janji pemerintah Indonesia yang dinilai tidak sesuai realisasi di lapangan.
Keluhan ini diutarakan Direktur Government and Public Affairs KCC Glass Indonesia, Arintoko Utomo, dalam forum Himpunan Kawasan Industri Indonesia di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Menurut Arintoko, KCC Glass diundang untuk berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang pada 2020 oleh Menteri Investasi saat itu, Bahlil Lahadalia, dengan berbagai insentif menarik.
"Kami dijanjikan sewa lahan 80 tahun dengan fasilitas lengkap, dan harga gas industri sebesar 6 dolar AS per MMBTU," ungkapnya. Namun, realitasnya jauh dari harapan.
Hingga 2024, KCC Glass belum mendapatkan kepastian harga gas yang dijanjikan.
Bahkan, ketika akhirnya mereka menandatangani kontrak dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), harga yang disepakati melonjak menjadi 9,5 dolar AS per MMBTU, atau 50 persen lebih mahal dari janji awal.
"Untuk investor, ini adalah kejutan. Kami merasa seperti ditodong. Yang dijanjikan menarik, tapi realisasinya berbeda," keluh Arintoko.
KCC Glass hanya mendapatkan skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) selama dua bulan sebelum akhirnya diperpanjang menjadi lima tahun, setelah melalui proses panjang melibatkan Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian ESDM.
Selain soal harga gas, KCC Glass juga menghadapi persoalan logistik akibat belum rampungnya pembangunan Pelabuhan Batang, yang awalnya dijanjikan beroperasi pada Desember 2023.
Karena pelabuhan tersebut belum beroperasi, perusahaan terpaksa mengandalkan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pabrik mereka, dibanding hanya 2 kilometer jika pelabuhan Batang berfungsi.
"Ini mempersulit pengiriman bahan baku dan meningkatkan biaya logistik kami. Kami sangat berharap operasional pelabuhan bisa dipercepat," kata Arintoko.
Meski menghadapi berbagai kendala, KCC Glass Indonesia tetap menunjukkan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia.
Arintoko mengungkapkan perusahaan akan melanjutkan ekspansi tahap kedua dengan nilai investasi sebesar Rp10 triliun.
"Rencananya untuk produksi kaca otomotif dan peralatan rumah tangga, dan ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027," tuturnya optimistis.
Langkah KCC Glass ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan, mereka masih melihat potensi jangka panjang dalam iklim investasi di Indonesia, dengan catatan adanya pembenahan regulasi dan infrastruktur dari pihak pemerintah.*
(tt/a008)
MEDAN Seorang pria, Asrizal (46), didakwa membunuh istrinya, Nur Sri Wulandari, di rumah mereka di kawasan Medan Helvetia, Kota Medan. P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan penggunaan sistem verifikasi biometrik seperti sidik jari atau retina ma
NASIONAL
BANDA ACEH Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Marzuki Ali Basyah, menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang digela
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan akan mengkaji dampak putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan hanya Badan Pemeriksa K
NASIONAL
JAKARTA Persidangan perdana kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank, M Ilham Pradipta, mengungkap peran tiga prajurit TNI dal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Sosial mulai menyiapkan transisi penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik sebagai bagian dari upaya efisien
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan insentif bagi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi peserta program M
NASIONAL
KUPANG Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melepas Pawai Paskah Akbar 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 6 April 2026.
NASIONAL
LABUHANBATU Tim penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sumatera Utara memusnahkan sebuah bom mortir yang ditemukan warga di kawasan Da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan kementerian dan lembaga agar menggunakan anggaran negara secara disiplin dan
EKONOMI