Di Balik Kasus BGN: Rapuhnya Sistem Merit Birokrasi
OlehM. Harry Mulya ZeinKASUS yang tengah menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak semestinya hanya dibaca sebagai persoalan hukum
OPINI
JAKARTA -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin, 23 Juni 2025, seiring dengan eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang memicu kegelisahan pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 95,50 poin atau 0,58% ke level Rp16.492 per dolar AS, posisi terlemah dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,32% ke 99,02, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menyusul kabar bahwa Amerika Serikat kini secara resmi terlibat dalam perang di Timur Tengah.
Tak hanya Indonesia, sebagian besar mata uang Asia pun mengalami tekanan. Yen Jepang terkoreksi 0,88%, won Korea melemah 0,83%, ringgit Malaysia merosot 0,81%, dan yuan China turun tipis sebesar 0,05%. Kuatnya tekanan terhadap mata uang regional menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap dampak konflik berskala global telah mempengaruhi sentimen pasar secara luas.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa penguatan dolar AS ini merupakan dampak langsung dari tensi geopolitik yang memuncak. Salah satu titik kritis dalam konflik ini adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas global.
"Blokade di selat tersebut akan sangat mengganggu pengiriman energi ke Asia dan Eropa. Ini bisa memicu krisis pasokan dan gangguan ekonomi yang lebih besar," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (23/6/2025).
Selat Hormuz merupakan penghubung utama antara negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Apabila jalur ini terganggu, harga minyak mentah berpotensi melonjak tajam, memperberat beban impor negara-negara yang tidak memproduksi minyak sendiri, termasuk Indonesia.
Ibrahim memperingatkan bahwa bagi Indonesia, kombinasi pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia dapat menimbulkan dampak fiskal serius. Sebagai negara net importir minyak, Indonesia sangat rentan terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Indonesia bukan lagi eksportir minyak bersih. Jadi, setiap kenaikan harga minyak mentah akan langsung berdampak pada biaya impor, tekanan neraca perdagangan, dan akhirnya akan memicu kenaikan harga BBM di dalam negeri," jelasnya.
Tekanan terhadap rupiah juga dapat membuat pemerintah kesulitan menahan harga subsidi energi, berisiko memicu inflasi dan berkurangnya daya beli masyarakat, terutama jika harga bahan bakar harus disesuaikan secara berkala mengikuti pasar global.
Pasar saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Dalam kondisi seperti ini, Bank Indonesia (BI) dituntut melakukan langkah-langkah stabilisasi lebih agresif, seperti intervensi pasar valas dan penyesuaian suku bunga, untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.
Namun demikian, ruang kebijakan moneter juga terbatas, mengingat tekanan inflasi domestik dan ketidakpastian global yang masih tinggi. Menurut Ibrahim, BI perlu bersinergi dengan kebijakan fiskal dan penguatan cadangan energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah.
Eskalasi perang Iran–Israel dan keterlibatan langsung AS telah memicu ketidakpastian global yang luar biasa. Implikasinya terhadap Indonesia sangat nyata: rupiah melemah, biaya impor energi meningkat, dan potensi inflasi membayangi.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan terjadi revisi target pertumbuhan ekonomi nasional 2025 dan tekanan terhadap anggaran negara akan semakin besar.
Pemerintah perlu bergerak cepat dan adaptif untuk menjaga daya tahan ekonomi, terutama melalui diversifikasi energi, efisiensi belanja, dan penguatan koordinasi lintas sektor.
OlehM. Harry Mulya ZeinKASUS yang tengah menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak semestinya hanya dibaca sebagai persoalan hukum
OPINI
JAKARTA Bulan Muharram kembali menjadi penanda awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Selain termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dala
AGAMA
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 kembali menjadi salah satu skema pembiayaan yang banyak diminati pelaku Usaha Mikro,
EKONOMI
JAKARTA Pasar ponsel pintar Samsung di Indonesia kembali bergerak dinamis memasuki pertengahan 2026. Sejumlah lini Galaxy, mulai dari ke
SAINS DAN TEKNOLOGI
TABANAN Pemerintah Kabupaten Tabanan menekankan pentingnya peran operator desa dalam memperkuat publikasi pembangunan berbasis data desa
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut untuk mempercepat pelaksa
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya memperkuat efektivitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik sebagai ba
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja In
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi peluncuran film Samudera yang seluruh proses produksinya melibatkan talenta
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ribuan alat berat dari berbagai instansi dikerahkan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Ac
NASIONAL