BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

IHSG Melemah ke Level 6.832, Saham BBCA hingga ANTM Turun Tajam

- Kamis, 26 Juni 2025 08:10 WIB
IHSG Melemah ke Level 6.832, Saham BBCA hingga ANTM Turun Tajam
Ilustrasi saham. Foto: Shutterstock
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 26 Juni 2025. Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG terkoreksi 0,54% ke level 6.832,14.

Sepanjang hari, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.814 hingga 6.917. Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat 212 saham menguat, 401 saham melemah, dan 186 saham stagnan.

Meskipun indeks melemah, kapitalisasi pasar justru mengalami kenaikan tipis dan berada di posisi Rp12.024 triliun.

Saham Big Cap Melemah Tajam

Beberapa saham unggulan atau big cap menjadi pemberat IHSG pada perdagangan hari ini, di antaranya:

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

Ditutup melemah 1,99% ke level Rp8.600 per saham.

Menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp1 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)

Melemah 2,89% ke level Rp4.880 per saham.

Nilai transaksi tercatat Rp688 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)

Tercatat terkoreksi tajam 5,18% ke level Rp2.930 per saham.

Saham Lainnya yang Turun

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI): -4,27% ke Rp112

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS): -2,97% ke Rp392

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): -4,55% ke Rp1.260

Faktor Global dan Sentimen Pasar

Menurut tim riset CGS International Sekuritas, melemahnya IHSG terjadi di tengah koreksi harga komoditas seperti minyak mentah dan emas, yang berpotensi menjadi katalis negatif untuk pasar saham.

"Sentimen global seperti gencatan senjata Israel-Iran yang bertahan lama memang menjadi angin segar, tapi harga komoditas yang menurun tajam justru memberi tekanan baru," tulis CGS dalam riset hariannya.

Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyoroti perhatian investor pada pernyataan sejumlah pejabat The Fed terkait arah kebijakan moneter ke depan.

"Pasar masih mencermati apakah The Fed akan memberikan sinyal penurunan suku bunga, terlebih di tengah tekanan dari Presiden Donald Trump," jelas Ratna.

Beberapa pejabat The Fed dijadwalkan menyampaikan pidato pada Rabu (25/6), dan akan menjadi titik penting dalam pembentukan sentimen pasar global.

IHSG melemah meski ada sentimen positif dari global. Koreksi tajam sejumlah saham unggulan, terutama dari sektor perbankan dan tambang, menjadi kontributor utama pelemahan indeks. Sentimen global serta kebijakan moneter AS akan tetap menjadi faktor penting yang membayangi pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.*

(bs/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru