Perketat Pengawasan, Satgas Pangan Polda Bali Sidak Pasar di Denpasar: Harga 14 Bapokting Mulai Stabil
DENPASAR Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok penting (bapokting) di wilayah Denpasar mulai menunjukkan tren stabil. Kondisi ini terpant
EKONOMI
PEKANBARU - Salah satu kajian ilmiah yang dipaparkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu 28 Juni 2025, menyimpulkan kuatnya keyakinan bahwa Indonesia bakal mencapai swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM).
Keyakinan itu disampaikan Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar (PB) ISMI) Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin, Ph.D saat tampil sebagai pemapar ilmiah pada Rakernas ISMI di Balai Serindit, Gubernuran Riau.
Dengan pencapaian swasembada BBM, menurutnya, Indonesia akan kembali menjadi anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)-organisasi negara-negara pengekspor minyak.
Seperti diketahui, Indonesia bergabung dengan OPEC pada 1962. Namun tahun 2008 menangguhkan keanggotaannya karena tidak lagi memenuhi kriteria sebagai negara produsen minyak, dan akhirnya keluar secara efektif pada 2016.
Pada 2017, sejumlah negara anggota OPEC seperti Arab Saudi dan Persatuan Emirat Arab meminta Indonesia bergabung kembali dalam forum ini. Namun belum terlaksana hingga saat ini.
Menurutnya, swasembada BBM ini akan tercapai dengan mengaktifkan sumur-sumur minyak yang ditinggal, seraya sumur-sumur baru akan terus didapat dan akan meningkatkan produksi minyak nasional.
Saat ini, jelas Prof. Djohar, produksi minyak nasional sebesar 550 BOPD (Barel Oil Per Day). Sementara kebutuhan dalam negeri saat ini mencapai 1,6 juta BOPD. Sehingga masih dibutuhkan impor minyak sebesar 1,1 juta BOPD.
Sekarang ini, Indonesia diliputi kondisi turunnya produksi dan turunnya reservoir pressure. Bahkan menurut Prof. Djohar, ada 13.271 sumur minyak ditinggal karena stop produksi atau kecil produksi.
Padahal menurutnya, jumlah kandungan minyak yang diproduksi baru mencapai sekitar 20% dari cadangan. Itu berarti potensi dari sumur-sumur yang dapat memproduksi minyak masih sangat besar.
Prof. Djohar juga memaparkan sejumlah temuan bagi terbukanya kembali peluang pengolahan dan pegaktifan sumur-sumur minyak untuk meningkatkan produksi minyak Indonesia ini. Selain itu, menurutnya riset terintegrasi bersama Brin telah dilakukan, dan juga telah diuji di Lemigas.
Berdasarkan data SKK Migas, ada sebanyak 13.271 sumur shut-in di seluruh tanah air, yang kesemuanya adalah sumur potensial dan opportunity yang besar untuk dikerjakan. Dan jika sumur-sumur minyak tersebut dapat diaktifkan kembali, akan merupakan pemasukan besar bagi negara.
Kalkulasinya, dengan perhitungan kenaikan produksi per sumur 100 BOPD saja, maka dari 13.271 sumur tersebut akan diperoleh tambahan produksi sebesar 1.327.000 BOPD. Sehingga target produksi 1 juta BOPD sangat bisa dicapai.
BENTUK KOPERASI RAKYAT
Terkait pengaktifan kembali sumur-sumur minyak yang stop dan pencarian sumur-sumur minyak baru di seluruh wilayah Indonesia, Prof. Djohar juga menyampaikan gagasan perlunya membentuk koperasi rakyat sebagai mitra pengelolaan sumur minyak. Dengan demikian, diharapkan upaya pencarian dan pelaksanaan produksi dapat berjalan secara efektif, efisien dan melibatkan peran serta masyarakat untuk kemaslahatan negara, bangsa dan rakyat.
Selain itu, sejumlah masukan juga ditelurkan melalui pembahasan dalam paparan ilmiah ini, berupa saran-saran, seperti disampaikan Ketua Umum PB ISMI Nizhamul, SE, MM Gelar Datuk Seri Kesuma Setia Negeri saat melakukan penutupan Rakernas tersebut.
Masukan dan saran yang disampaikan, di antaranya tentang perlunya Indonesia meningkatkan cadangan minyak bumi dan gas alam untuk mendukung produksi BBM dalam negeri; perlunya pembangunan dan pengembangan kilang minyak yang efisien dan modern untuk meningkatkan produksi BBM dalam negeri; serta perlunya diversifkasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada BBM dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan.
Kemudian, pemerintah disarankan membuat kebijakan yang mendukung swasembada BBM. Seperti insentif untuk industri hulu minyak dan gas, serta investasi pada infrastruktur energi. Juga efisiensi penggunaan BBM dan konservasi energi perlu ditingkatkan untuk mengurangi konsumsi BBM dan meningkatkan ketersediaan untuk kebutuhan dalam negeri.*
DENPASAR Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok penting (bapokting) di wilayah Denpasar mulai menunjukkan tren stabil. Kondisi ini terpant
EKONOMI
BANDAR LAMPUNG Panglima Komando Daerah Militer XXI/RI, Kristomei Sianturi, menghadiri kegiatan bakti sosial dalam rangka perayaan Tahun
NASIONAL
MEDAN Bulan Ramadan segera tiba, umat Islam pun bersiap menjalankan ibadah sunnah yang khas di bulan penuh berkah, salah satunya Sholat Ta
AGAMA
JAKARTA Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil dalam sidang isbat
NASIONAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa target pembukaan 19 juta lapangan kerja di era pemerintahan Presiden Prabowo
EKONOMI
JAKARTA Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, resmi dipecat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ole
KESEHATAN
JAKARTA Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan pemindahan lokasi Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, b
NASIONAL
JAKARTA Umat Muslim di berbagai negara bersiap menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Tahun ini, durasi puasa di belahan bumi utara terbilang l
NASIONAL
JAKARTA Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara memutuskan untuk mengubah nama resmi mereka. Langkah ini dilakukan dengan beragam a
NASIONAL
TANGSEL Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan lanjutan terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan D
HUKUM DAN KRIMINAL