BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Koperasi Desa Merah Putih: Ibarat Api Unggun, Perlu Dijaga Agar Tak Padam

Mora Siregar - Rabu, 16 Juli 2025 09:19 WIB
Koperasi Desa Merah Putih: Ibarat Api Unggun, Perlu Dijaga Agar Tak Padam
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN — Di tengah geliat pemberdayaan ekonomi pedesaan, Koperasi Desa Merah Putih di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi simbol harapan baru.

Namun, seperti api unggun, koperasi ini bisa saja padam jika tidak dijaga dan dikelola secara mandiri serta berkelanjutan.

Saat gemerlap proyek dan euforia bantuan pemerintah mulai mereda, ujian sejatinya dimulai: mampukah koperasi ini bertahan dengan kekuatan sendiri?

"Ketika bantuan habis dan media berpaling, yang tersisa hanya semangat gotong royong masyarakat. Kalau itu terus dijaga, saya yakin api koperasi akan tetap menyala," ujar salah satu pengurus koperasi saat ditemui di Balai Desa, Selasa (15/7/2025).

Sejarah mencatat, banyak Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu tumbang karena terlalu bergantung pada bantuan luar.

Ketika proyek dan subsidi dihentikan, banyak yang runtuh karena tidak memiliki fondasi usaha yang mandiri.

Kini, pelajaran itu kembali relevan.

Koperasi yang ingin bertahan harus:

- Memiliki usaha yang menghasilkan laba

- Dikelola secara profesional dan transparan

- Tidak menggantungkan diri pada tokoh atau proyek tertentu

- Rutin mengadakan Rapat Anggota Tahunan dan mematuhi AD/ART

"Kekuatan koperasi sejati bukan pada siapa pengurusnya, tetapi pada sistemnya yang kuat, kaderisasinya jalan, dan partisipasi anggotanya aktif," imbuh seorang tokoh masyarakat setempat.

Dalam pemaparan diskusi yang digelar warga desa, terdapat tiga jenis ketergantungan yang dinilai berbahaya bagi keberlangsungan koperasi:

- Ketergantungan pada dana hibah: Koperasi hanya aktif ketika ada dana masuk.

- Ketergantungan pada pendamping: Kegiatan berhenti begitu pendamping selesai masa tugas.

- Ketergantungan pada satu tokoh: Koperasi lesu saat tokoh kunci pensiun atau mundur.

Agar Koperasi Desa Merah Putih benar-benar menjadi motor kemandirian ekonomi desa, warga diimbau menerapkan beberapa prinsip:

- Tingkatkan simpanan pokok, wajib, dan sukarela untuk memperkuat permodalan internal.

- Fokus pada usaha yang dibutuhkan warga, bukan sekadar ikut tren pasar.

- Libatkan generasi muda sejak dini agar koperasi tidak kehilangan penerus.

- Terapkan pencatatan keuangan yang rapi dan transparan, meski sederhana.

- Beri insentif pantas kepada pengurus aktif sebagai bentuk penghargaan kerja nyata.

Koperasi yang ideal bukanlah koperasi yang tergantung pada anggaran proyek pemerintah, melainkan tumbuh karena kebutuhan riil masyarakat.

Koperasi adalah instrumen keadilan ekonomi berbasis komunitas.

"Koperasi Desa Merah Putih punya potensi besar, tapi hanya akan berhasil jika warga benar-benar merasa memiliki dan menjalankan dengan semangat gotong royong," pungkas seorang pendamping lokal.

Kini saatnya semua pihak, dari warga hingga pembuat kebijakan, berkomitmen menjadikan koperasi bukan hanya slogan pembangunan, tapi sumber kekuatan ekonomi desa yang nyata, berkelanjutan, dan merata.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru