IHSG Dibuka Merah ke Level 6.077, Investor Cermati Sentimen Global dan Arus Asing
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (23/6/2026) di zona merah. Pada sesi pembukaan, indeks tercatat
EKONOMI
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (16/7/2025), di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp16.266,50 per dolar AS, terkoreksi 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan ini terjadi di saat mata uang regional menunjukkan performa yang bervariasi.
Indeks dolar AS sendiri tercatat melemah tipis ke level 98,54, namun kekuatan greenback masih terasa di beberapa kawasan.
Sejumlah mata uang Asia seperti yen Jepang, yuan China, hingga baht Thailand mencatatkan penguatan terhadap dolar AS.
Sebaliknya, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan dolar Taiwan justru melemah.
Salah satu pendorong fluktuasi nilai tukar adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
US Treasury yield tenor 10 tahun naik ke 4,4950%, sementara tenor 2 tahun berada di 3,9503%.
Laporan inflasi terbaru dari AS mengindikasikan tekanan harga mulai muncul akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Harga barang impor seperti kopi, perabot rumah tangga, dan peralatan audio mengalami kenaikan signifikan, memberikan sinyal awal terhadap potensi tekanan inflasi lanjutan.
"Laporan inflasi ini memang belum terlalu mengkhawatirkan, tetapi kenaikan harga barang inti dan ketidakpastian berkelanjutan mengenai tarif di masa depan masih dapat membuat The Fed ragu untuk memangkas suku bunga," ujar Nathaniel Casey, analis investasi di Evelyn Partners, dikutip Reuters.
Seiring dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar mulai menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini menjadi sekitar 43 basis poin, lebih rendah dibandingkan prediksi awal pekan di atas 50 bps.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan hari ini.
Berdasarkan konsensus 33 ekonom yang dihimpun Bloomberg, mayoritas atau 18 ekonom memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di 5,50%, sementara 15 lainnya memperkirakan penurunan ke 5,25%.
Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI), Bank Indonesia diperkirakan akan tetap berhati-hati meskipun ada ruang penurunan suku bunga.
"Dalam kondisi ini, BI cenderung memilih sikap konservatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi, sambil terus memantau perkembangan situasi perdagangan global," ungkap Josua.
Kondisi nilai tukar yang masih rentan dan ketidakpastian global menjadi alasan kuat BI untuk menahan kebijakan longgar, setidaknya hingga sentimen global menunjukkan perbaikan signifikan.*
(bi/a008)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (23/6/2026) di zona merah. Pada sesi pembukaan, indeks tercatat
EKONOMI
EAST RUTHERFORD Timnas Norwegia memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Senegal dengan skor tipis 32 pad
OLAHRAGA
JAKARTA Tim Hukum Merah Putih menegaskan tawaran restorative justice (RJ) kepada Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dalam
POLITIK
JAKARTA Penangguhan penahanan terhadap Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah terkait ijazah Presiden
POLITIK
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Selasa (23/6/2026). Berdasa
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah Indonesia semakin serius mempersiapkan pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi masa depan. Komitmen tersebut di
EKONOMI
JAKARTA Kebijakan pemangkasan potongan aplikasi bagi pengemudi ojek online (ojol) dari 20 persen menjadi 8 persen hingga kini belum juga d
EKONOMI
JAKARTA Pertamina Patra Niaga segera menerima kedatangan kapal tanker MT Gamkonora yang mengangkut 450 ribu barel minyak mentah dari Aljaz
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kasus pengadaan motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini diu
NASIONAL
JAKARTA Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, menjadi sorotan setelah
NASIONAL