Polisi Usut Laporan Faizal Assegaf soal Dugaan Pencemaran Nama Baik Jubir KPK, Pelapor Segera Dipanggil
JAKARTA Polda Metro Jaya mulai mengusut laporan yang dilayangkan Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, terkait du
NASIONAL
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (16/7/2025), di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp16.266,50 per dolar AS, terkoreksi 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan ini terjadi di saat mata uang regional menunjukkan performa yang bervariasi.
Indeks dolar AS sendiri tercatat melemah tipis ke level 98,54, namun kekuatan greenback masih terasa di beberapa kawasan.
Sejumlah mata uang Asia seperti yen Jepang, yuan China, hingga baht Thailand mencatatkan penguatan terhadap dolar AS.
Sebaliknya, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan dolar Taiwan justru melemah.
Salah satu pendorong fluktuasi nilai tukar adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
US Treasury yield tenor 10 tahun naik ke 4,4950%, sementara tenor 2 tahun berada di 3,9503%.
Laporan inflasi terbaru dari AS mengindikasikan tekanan harga mulai muncul akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Harga barang impor seperti kopi, perabot rumah tangga, dan peralatan audio mengalami kenaikan signifikan, memberikan sinyal awal terhadap potensi tekanan inflasi lanjutan.
"Laporan inflasi ini memang belum terlalu mengkhawatirkan, tetapi kenaikan harga barang inti dan ketidakpastian berkelanjutan mengenai tarif di masa depan masih dapat membuat The Fed ragu untuk memangkas suku bunga," ujar Nathaniel Casey, analis investasi di Evelyn Partners, dikutip Reuters.
Seiring dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar mulai menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini menjadi sekitar 43 basis poin, lebih rendah dibandingkan prediksi awal pekan di atas 50 bps.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan hari ini.
Berdasarkan konsensus 33 ekonom yang dihimpun Bloomberg, mayoritas atau 18 ekonom memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di 5,50%, sementara 15 lainnya memperkirakan penurunan ke 5,25%.
Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI), Bank Indonesia diperkirakan akan tetap berhati-hati meskipun ada ruang penurunan suku bunga.
"Dalam kondisi ini, BI cenderung memilih sikap konservatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi, sambil terus memantau perkembangan situasi perdagangan global," ungkap Josua.
Kondisi nilai tukar yang masih rentan dan ketidakpastian global menjadi alasan kuat BI untuk menahan kebijakan longgar, setidaknya hingga sentimen global menunjukkan perbaikan signifikan.*
(bi/a008)
JAKARTA Polda Metro Jaya mulai mengusut laporan yang dilayangkan Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, terkait du
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Pelemahan ini dipengar
EKONOMI
Sinergi Keberlanjutan Menghadirkan Energi Bersih,Inovasi Industri dan Dampak Sosial yang Bernilai bagi Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan dampak positif bagi siswa di Indone
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia memastikan akan berpartisipasi dalam forum diplomasi internasional Antalya Diplomacy Forum 2026 yang digela
INTERNASIONAL
JAKARTA Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, mengapresiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti P
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Wali Kota Mahyaruddin Salim menerima audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran Agung Budi Sulistiyo beserta jajaran di ruang kerj
EKONOMI
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan alokasi FebruariMaret 2026 di Kelurahan Sijambi
EKONOMI
TANJUNGBALAI Wali Kota Mahyaruddin Salim menerima audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026). Per
EKONOMI
MEDAN Kota Tanjungbalai dikenal luas dengan julukan Kota Kerang. Julukan tersebut bukan sekadar sebutan, melainkan lahir dari keterkai
SENI DAN BUDAYA