Yusril Tegaskan Tak Ada Lagi Jalur Cepat Pengurusan ITAS dan ITAP WNA di Indonesia
JAKARTA Yusril Ihza Mahendra menegaskan saat ini tidak ada lagi jalur cepat dalam pengurusan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) maupun Izin Ting
NASIONAL
JAKARTA - Pemerintah Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai bagian dari Asta Cita ke-6 dalam upaya mengentaskan kemiskinan dari akar rumput. Program ini menjadi bagian penting dari trisula pengentasan kemiskinan nasional, bersama dua program lain di bidang kesehatan dan pendidikan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, Minggu (20/7/2025).
"Senjata pertama adalah kesehatan, senjata kedua pendidikan, dan senjata ketiga sosial-ekonomi. Ketiganya diwujudkan melalui Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Sekolah Rakyat, dan Kopdes Merah Putih," ujar Hasan.
Tentang Kopdes Merah Putih
Program Kopdes Merah Putih diluncurkan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang resmi berlaku sejak 27 Maret 2025.
Tujuan utamanya adalah:
Menggerakkan ekonomi lokal secara mandiri
Mengentaskan kemiskinan dari desa
Membangun pemerataan ekonomi dari bawah
Memberdayakan masyarakat desa secara berkelanjutan
Sebanyak 13 kementerian dan 2 badan nasional, bersama dengan gubernur, bupati/walikota, dan kepala desa, dilibatkan aktif dalam pelaksanaan program ini di seluruh wilayah Indonesia.
Data Kemiskinan: Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2024 mencapai 24,06 juta jiwa (8,57%), dengan 3,17 juta jiwa masuk kategori miskin ekstrem.
Kemiskinan terbukti menjadi penghambat utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menjadi tantangan besar dalam upaya mencapai Visi Indonesia Emas 2045.
"Kemiskinan bukan hanya soal angka, tapi tentang keterbatasan akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan memadai, pelatihan keterampilan, dan gizi layak," jelas Hasan.
Solusi Terpadu: Dari Desa, untuk Indonesia
Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, pemerintah berharap desa dan kelurahan tidak lagi menjadi titik lemah pembangunan, melainkan menjadi pusat kebangkitan ekonomi rakyat. Program ini dirancang untuk menguatkan usaha mikro, koperasi lokal, dan ekonomi berbasis komunitas, sejalan dengan semangat kemandirian desa.
"Pemerataan kesejahteraan hanya mungkin terjadi jika kita bangun dari desa, bukan sekadar dari kota besar," tambah Hasan.*
(at/j006)
JAKARTA Yusril Ihza Mahendra menegaskan saat ini tidak ada lagi jalur cepat dalam pengurusan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) maupun Izin Ting
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh melalui Ditsamapta menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu di Kota Banda Aceh lewat program Juma
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta memeriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026 yang akan digelar pa
NASIONAL
JAKARTA Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian khusus kepada kiper Emil Audero usai kemenangan atas Oman dengan skor 3
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah Indonesia menawarkan peluang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia di bidang maritim, pelabuhan, logistik, hingga per
EKONOMI
MEDAN Pasangan suami istri (pasutri) ditemukan dalam kondisi tewas dan lemas di dalam mobil yang terparkir di Jalan Harapan Pasti, Kecamat
PERISTIWA
JAKARTA Nilai tukar rupiah tercatat menembus level Rp 18.100 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global pada Jumat (5/6/2026) mal
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring dengan koreksi tajam yang terjadi pada Indeks Harga
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp88,15 tril
EKONOMI
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko KumHAM Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa
POLITIK