
Prabowo Tegaskan: Merusak Fasilitas Umum Sama dengan Menghamburkan Uang Rakyat!
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis yang dapat mer
NasionalMEDAN – Gejolak harga beras, hingga kini semakin meresahkan masyarakat. Kepala Dinas Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Provinsi Sumut Charles Situmorang menjelaskan, pihaknya melakukan koordinasi dengan semua pihak dalam rangka upaya menstabilkan harga.
"Dalam rangka upaya menstabilkan harga, sesuai arahan Gubernur Sumut, kami turun ke lapangan untuk mencek. Kami berkordinasi dengan Bulog dan instansi lain," jelas Charles Situmorang kepada bitvonline.com, Kamis (24/07/2025).
Sebenarnya, jelas Charles, secara resmi pihaknya belum ada mendapat instruksi dari pusat. "Kami hanya tau dari media. Cuma pak gubernur menginstruksikan setiap saat harus turun ke lapangan. Maka kami turun ke lapangan untuk mencek," jelasnya.
Baca Juga:
Meski tidak ada pemberitauan dari pusat, lanjut Charles, pihaknya sudah bergerak. "Mencek ke pasar-pasar tradisional, pasar ritel, pasar modern, dll. Contoh kayak minyak, sofia. Kami ke Maju Bersama. Rupanya, tanpa kami minta, mereka sudah menarik beras itu. Kami pergi ke Indomaret, Toko Brastagi," jelasnya.
Ia mengaku, pihaknya juga ke kilang padi. "Ke Kilang Padi PT Bintang Terang. Kami ke sana, sampai di sana kosong. Tidak ada kerja di kilang itu. Jadi, kami bukan membiarkan. Kami turun langsung ke lapangan," tuturnya.
Baca Juga:
Bulog Tidak Ada Respon
Sayangnya, Kepala Bulog Divre Sumut Budi Cahyanto, tidak merespon ketika dikonfirmasi bitvonline.com. Meski sudah dikirim pesan WhatApps untuk konfirmasi, akan tetapi Budi Cahyanto tidak memberi respon.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sumut Rajali ketika dikonfirmasi soal gejolak harga beras, hanya menjawab agar ditanya saja Bulog. "Tanya aja Bulog. Sekarang Bulog sewa gudang di mana-mana," jelas Rajali.
Kuat dugaan, terjadinya gejolak harga beras saat ini akibat ketidakmampuan Bulog sendiri melakukan tatakelola distribusi beras. Karena, gabah sudah diborong oleh Bulog dari petani. Kalau saja Bulog peka terhadap kondisi pasar, tentu gejolak harga seperti ini tidak akan terjadi.
Ketika situasi pasar sudah bergejolak karena kehabisan beras, Bulog mestinya bisa langsung mendistribusikan beras ke pasar. Tapi sayangnya, hingga saat ini harga pasar bergejolak. Harga beras naik hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Untuk beras medium misalnya HET-nya hanya Rp 13.100/kg.
Peran Bulog, Disperindag dan Dinas Ketapang Dipertanyakan
Seperti diketahui, gejolak harga beras saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Harga melonjak tinggi melampaui HET yang ditetapkan pemerintah. Hal inilah yang membuat pertanyaan bagi masyarakat atas peran instansi terkait seperti Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan maupun Bulog.
Saat ini saja, harga beras merek Swan 30 Kg misalnya, dijual dengan harga Rp 470.000. Ini artinya Rp 15.666 per kg. Bahkan, banyak pedagang menjualnya dengan harga Rp 17.000 per kg. Harga beras merek Mahkota juga naik signifikan dari semula Rp 395.000 per 30 Kg kini menjadi Rp 430.000/30 Kg.
Merek Cap Gentong ukuran 5 Kg, pekan lalu masih di harga Rp 80.000. Tapi saat ini sudah mencapai Rp 84.000 ukuran 5 Kg. Beras Cap Ayam pekan lalu masih di harga Rp 76.000/5 Kg, kini sudah mencapai Rp 82.000. Itu artinya, Rp 16.500 per Kg. "Hanya dalam hitungan waktu satu minggu, naik begitu sangat tinggi," tutur Linda, seorang ibu rumah tangga.
Di Padangsidimpuan, harga beras merek si Pulo dan si Latihan, kini dijual dengan harga Rp 16.250 per kg. Padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 14.500 per kg. Itu artinya terjadi kenaikan sebesar Rp 1.750.
Beras merek Fajar Tani juga dijual dengan harga tinggi. Masyarakat membeli langsung di Kilang Fajar Tani di Jalan Medan-Percut Medan, untuk ukuran 30 Kg seharga Rp 470.000. Itu artinya, harga ecerannya Rp 15.666/Kg. Jauh di atas HET.
Tidak Ada Gabah di Kilang Padi
Ketika ditanya terkait lonjakan harga beras, salah seorang staf pegawai Kilang Fajar Tani bernama Neneng menjelaskan, tidak ada gabah untuk digiling mesin padi. "Itu lihat. Kosong gabah," jelas Neneng singkat, sembari menunjuk ke arah tempat penyimpanan stok gabah di Kilang Fajar Tani tersebut.
Kalaupun gabah ada, menurutnya harganya mahal. Saat ini, katanya, Kilang Fajar Tani membeli gabah ke petani dengan harga Rp 9.500 per kg.
Penjelasan pihak pengelola Kilang Fajar Tani itu, membuat para petani tertawa. Para petani menyangkal apa yang disebutkan pihak pengelola Kilang Fajar Tani.
"Kalau harga gabah kering dari petani Rp 9.500 per kg, sudah kayalah petani. Sudah enaklah petani," tegas salah seorang petani yang tinggal di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Kamis (24/07/2025).*
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis yang dapat mer
NasionalJAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perintah tegas kepada aparat kepolisian dan TNI untuk mengambil tindakan keras terhadap se
NasionalJAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian langkah tegas pasca aksi demonstrasi besarbesaran dan insiden tragis yang me
NasionalDenpasar Suasana kemerdekaan masih terasa semarak di berbagai penjuru negeri. Di Denpasar, semangat itu turut disalurkan oleh salah satu
NasionalJAKARTA Dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, r
PolitikACEH BESAR Pemerintah Gampong Lampanah Dayah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, menggelar kegiatan Penyuluhan Internet Sehat bertempat di r
BeritaMEDAN Rektor Universitas Al Azhar Medan, Dr. Ir. Mawardi, ST., MT, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekeras
NasionalMEDAN Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menggelar ibadah oikumene sebagai bentuk doa bersama demi kedamaian dan keamanan bangsa I
AgamaJAKARTA Di tengah gelombang demonstrasi yang melanda berbagai daerah di Indonesia, sejumlah menteri dalam kabinet Presiden Prabowo Subiant
NasionalJAKARTA Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan Uya Kuya, artis sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi PAN, tengah berada di
Nasional