Prabowo Hadiri Apel Dansat TNI 2026 di Unhan, Bakal Sampaikan Taklimat Strategis ke Seluruh Jajaran TNI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Pertah
NASIONAL
JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan pada Selasa pagi (29/7/2025).
Namun, beberapa komoditas seperti daging ayam ras, jagung peternak, dan ikan-ikanan masih menunjukkan kenaikan harga.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas pukul 09.17 WIB, harga daging ayam ras tercatat naik tipis 0,2% menjadi Rp35.632 per kilogram (kg).
Meski demikian, harga tersebut masih berada di bawah harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000 per kg.
Kenaikan yang signifikan justru terjadi pada harga jagung di tingkat peternak, yang melonjak 7,17% menjadi Rp6.694 per kg dibanding hari sebelumnya.
Sementara itu, harga ikan kembung naik 0,7% menjadi Rp41.297 per kg, dan ikan tongkol naik 0,43% menjadi Rp34.156 per kg.
Di sisi lain, sejumlah komoditas pokok menunjukkan penurunan harga yang cukup merata di berbagai wilayah.
- Beras premium turun 0,3% menjadi Rp16.098 per kg
- Beras medium turun 0,67% menjadi Rp14.313 per kg
- Beras SPHP turun 0,46% menjadi Rp12.553 per kg
Komoditas lain yang juga mengalami penurunan harga antara lain:
- Kedelai biji kering impor: Turun 1,57% ke Rp10.691 per kg
- Bawang merah: Turun 5,65% ke Rp47.799 per kg
- Bawang putih bonggol: Turun 2,81% ke Rp38.083 per kg
Harga berbagai jenis cabai menunjukkan penurunan signifikan:
- Cabai merah keriting: Turun 4,14% ke Rp42.554 per kg
- Cabai merah besar: Turun 5,59% ke Rp42.042 per kg
- Cabai rawit merah: Turun 8,17% ke Rp53.941 per kg
Sementara itu, untuk komoditas protein hewani dan produk olahan:
- Daging sapi murni: Turun 1,33% ke Rp133.385 per kg
- Telur ayam ras: Turun 0,77% ke Rp29.460 per kg
- Gula konsumsi: Turun 0,87% ke Rp18.162 per kg
Adapun untuk minyak goreng:
- Minyak goreng kemasan: Turun 1,99% ke Rp20.446 per liter
- Minyak curah: Turun 0,79% ke Rp17.412 per liter
- Minyakita: Turun 1,39% ke Rp17.300 per liter
Produk lain seperti tepung terigu curah dan kemasan, garam konsumsi, hingga daging kerbau segar dan beku impor juga tercatat mengalami penurunan harga.
Penurunan harga sebagian besar komoditas menunjukkan perbaikan pasokan dan distribusi pangan nasional.
Namun, perhatian tetap diperlukan terhadap komoditas yang masih menunjukkan tren kenaikan seperti jagung, daging ayam, dan ikan.
Pemerintah diharapkan terus mengawasi kestabilan harga untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendukung kelangsungan produksi petani dan peternak.*
(bi/a008)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Pertah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengusulkan agar jumlah k
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini. Mata uang Paman Sam tersebut ber
EKONOMI
JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan membukukan l
EKONOMI
MEDAN Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menahan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Nias, S
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan ket
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi (30/4/2026). IHSG tercatat berada di level 7.072 p
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Harga emas terc
EKONOMI
TEBING TINGGI Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan meluruskan informasi terkait data HIV/AIDS di wilayahnya. Klarifikas
KESEHATAN
JAKARTA Dunia diplomasi Indonesia berduka. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman periode 20092013, Eddy Pratomo, meningga
NASIONAL