BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Disperindag Simalungun Temukan Beras Medium Dikemas Ulang Jadi Premium di Tiga Pasar

- Selasa, 29 Juli 2025 16:00 WIB
Disperindag Simalungun Temukan Beras Medium Dikemas Ulang Jadi Premium di Tiga Pasar
ilustrasi beras (foto : rakyat pembaruan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN — Menanggapi kekhawatiran masyarakat atas isu beras oplosan yang marak di sejumlah daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Simalungun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada peredaran beras palsu yang dapat merugikan konsumen dan memicu gejolak harga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Simalungun, Eva Tambunan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan langsung di tiga titik pasar yang berada di:

Kecamatan Gunung Maligas,

Kecamatan Panei, dan

Kecamatan Panombeian Panei.

"Kami sudah melakukan inspeksi ke tiga pasar tersebut, sebagai bentuk tindak lanjut atas temuan Kementerian Pertanian tentang peredaran beras oplosan di sejumlah daerah," kata Eva, Selasa (29/7/2025).

Temuan: Beras Medium Dikemas Sebagai Premium

Dari hasil pengawasan di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan, seperti:

Beras medium yang dikemas dan dijual sebagai beras premium,

Ketidaksesuaian timbangan, yang berdampak langsung pada harga jual di pasar.

"Hal ini tentu berdampak pada kenaikan harga beras di pasar. Selain merugikan konsumen, juga merusak kepercayaan terhadap pedagang," tambah Eva.

Disperindag menegaskan akan menindaklanjuti temuan ini dan menjadikannya perhatian serius. Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap praktik curang yang berdampak pada kestabilan harga dan mutu pangan.

Polres Simalungun: Akan Tindak Tegas Pelaku Beras Oplosan

Sementara itu, Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, juga menyoroti pentingnya pengawasan kolektif dari masyarakat. Ia mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tidak bermain-main dengan kualitas beras.

"Kami peringatkan para pelaku usaha agar tidak bermain-main dengan kualitas beras. Jika ditemukan praktik pengoplosan atau pemalsuan, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas Verry.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan adanya dugaan pengoplosan beras, pemalsuan label, atau praktik curang lainnya.

Latar Belakang: Isu Nasional Terkait Beras Oplosan

Isu beras oplosan mencuat setelah temuan dari Kementerian Pertanian yang mengungkap adanya praktik pengoplosan beras di berbagai daerah. Di Langkat, misalnya, Polres Langkat tengah memeriksa pemilik Kilang Padi Subur terkait dugaan pengoplosan beras merek Sinchan.

Kasus-kasus seperti ini menimbulkan keresahan publik, terlebih saat harga beras tengah melambung dan daya beli masyarakat menurun.

Disperindag Simalungun dan Polres setempat menegaskan komitmen mereka dalam menjaga mutu dan keamanan pangan, khususnya komoditas strategis seperti beras.

Langkah sidak dan edukasi ke pasar akan terus dilakukan untuk mengantisipasi peredaran beras palsu dan menjaga stabilitas harga di wilayah Simalungun.*

(ms/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru