BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Harga Beras Naik di 200 Kabupaten/Kota, Tertinggi Sentuh Rp60 Ribu per Kilogram!

Abyadi Siregar - Senin, 25 Agustus 2025 12:22 WIB
Harga Beras Naik di 200 Kabupaten/Kota, Tertinggi Sentuh Rp60 Ribu per Kilogram!
Stok beras di gudang Bulog Jawa Barat. (foto: DOK/BULOG JABAR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa sebanyak 200 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan harga beras pada pekan ketiga Agustus 2025.

Angka ini meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat kenaikan harga di 193 daerah.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa harga beras, baik kategori medium maupun premium, mengalami kenaikan di seluruh zona wilayah pemantauan.

"Rata-rata harga beras medium di zona 1 mencapai Rp14.005 per kilogram, padahal HET ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (25/8).

Harga Beras Tertinggi Sentuh Rp60.000 per Kg

BPS membagi wilayah pemantauan menjadi tiga zona.

Di zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi:

- Harga beras medium naik 1,1% menjadi Rp14.005/kg.

- Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: Rp17.952/kg.

- Harga beras premium naik 0,83% menjadi Rp15.437/kg, melewati HET Rp14.900/kg.

- Harga tertinggi beras premium tercatat di Wakatobi: Rp19.851/kg.

Di zona 2 yang mencakup Aceh, Sumatera bagian tengah, NTT, dan Kalimantan:

- Harga beras medium naik 1,49% menjadi Rp14.872/kg (HET: Rp13.100).

- Harga tertinggi: Rp19.900/kg di Mahakam Ulu.

- Harga beras premium naik 0,97% menjadi Rp16.618/kg (HET: Rp15.400).

- Harga tertinggi: Rp21.500/kg di Mahakam Ulu.

Sementara di zona 3 (Maluku dan Papua), kenaikan harga paling mencolok:

- Harga beras medium naik 1,09% menjadi Rp18.899/kg (HET: Rp13.500).

- Harga tertinggi: Rp50.000/kg di Intan Jaya.

- Harga beras premium naik 0,64% menjadi Rp20.709/kg (HET: Rp15.800).

- Harga tertinggi menyentuh Rp60.000/kg di Intan Jaya.

Amalia menegaskan, tren kenaikan harga beras ini menjadi perhatian penting karena beras merupakan salah satu komoditas utama dalam penghitungan inflasi.

Seiring tingginya kebutuhan masyarakat dan distribusi yang masih terkendala di beberapa daerah, pemerintah diharapkan dapat segera menyiapkan intervensi, baik dalam bentuk operasi pasar, bantuan sosial, maupun penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).

Sementara itu, stok beras nasional dilaporkan masih melimpah.

Perum Bulog menguasai stok sebesar 3,91 juta ton hingga Agustus 2025.

Namun, distribusi yang tidak merata dan disparitas harga antar wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga pangan.*

(bi/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru