BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Rupiah Melemah ke Rp16.327 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Hari Ini

Justin Nova - Rabu, 27 Agustus 2025 09:22 WIB
Rupiah Melemah ke Rp16.327 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Hari Ini
Ilustrasi. (foto: Vocazine)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN (BITV) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada awal perdagangan Rabu (27/8/2025).

Rupiah dibuka pada level Rp16.327 per dolar AS di pasar spot, melemah sekitar 0,2% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Dengan pelemahan tersebut, rupiah tercatat sebagai mata uang terlemah di kawasan Asia pagi ini.

Baca Juga:

Sejumlah mata uang utama Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS, namun tidak sedalam pelemahan yang dialami rupiah.

Pelemahan nilai tukar rupiah tidak lepas dari sentimen negatif global yang dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Lisa Cook, Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve).

Baca Juga:

Pemecatan tersebut dikaitkan dengan dugaan pemalsuan dokumen dalam pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh Cook pada tahun 2021.

Meski kasus itu terjadi sebelum ia menjabat di The Fed, keputusan Trump menimbulkan kekhawatiran akan independensi bank sentral AS.

Menurut analis dari BMO Capital Markets, Ian Lyngen, keputusan tersebut menebalkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter AS.

"Dorongan Trump untuk memecat Cook menebalkan kekhawatiran soal independensi The Fed," ujarnya, dikutip dari Bloomberg News.

Situasi yang tidak pasti ini membuat para investor global cenderung menghindari aset-aset berisiko, termasuk mata uang di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini turut mendorong depresiasi rupiah.

Riset dari Mega Capital Sekuritas menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah kemungkinan akan bergerak konsolidatif di rentang Rp16.250–Rp16.350 per dolar AS sepanjang hari ini.

"Ada indikasi aksi beli defensif dari sejumlah investor menghadapi prahara pemecatan Lisa Cook oleh Presiden Donald Trump. Hal ini menunjukkan investor yakin terhadap kemungkinan sukses dari rencana Trump memaksa The Fed memangkas suku bunga pada September mendatang, namun tetap khawatir terhadap efek jangka panjangnya," tulis riset tersebut.

Editor
: Paul Antonio Hutapea
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.347,5 di Akhir Pekan, Terdorong Sentimen Global dan Ekspektasi The Fed
Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp1,96 Juta per Gram Seiring Tren Dunia
APINDO – PPLBI Perkuat Peran Pusat Logistik Berikat untuk Tekan Biaya Logistik Nasional
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.351 per Dolar AS, Sentimen Global & Domestik Jadi Sorotan
IHSG Dibuka Menguat, Mendekati Level Psikologis 8.000 di Tengah Kinerja Positif Saham Big Caps
Trump Ingin AS Miliki Lahan Pangkalan Militer di Korsel, Sentil Kasus Politik Yoon Suk-yeol
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru