
Saripah Hanum Buktikan Kepedulian, Pos Kamling Dibangun dari Kocek Pribadi
PADANGSIDIMPUAN Usai melaksanakan agenda Reses II, Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari Fraksi PDI Perjuangan, Saripah Hanum Lubis, la
PemerintahanMEDAN – Pengakuan para petani di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumut terkait dugaan kecurangan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumut membeli gabah petani siap panen di bawah harga standar pemerintah, disesalkan berbagai elemen masyarakat.
Pengakuan para petani itu, juga dinilai semakin menguatkan kecurigaan masyarakat selama ini, bahwa Bulog Sumut diduga berkontribusi besar terhadap kenaikan harga beras hingga sulit dijangkau masyarakat.
"Kalau benar pengakuan para petani tersebut, bahwa Bulog membeli gabah siap panen petani di bawah harga yang ditetapkan pemerintah, maka ini sangat kita sesalkan. Ini kesalahan besar," tegas Abyadi Siregar, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut periode 2013-2018 dan 2018-2023, Kamis (28/08/2025).
Baca Juga:
Bahkan, Iqbal, Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumut menilai, bila benar pengakuan para petani bahwa Bulog membeli gabah petani dengan harga di bawah harga yang ditetapkan pemerintah, maka hal itu merupakan tindakan kejahatan.
Baca Juga:
"Ini bentuk kejahatan. Di saat rakyat susah, Bulog malah curang. Membeli gabah petani di bawah standar yang ditetapkan. Kasihan petani. Seharusnya, Bulog membela petani. Bukan malah menyiksa petani," tegas Iqbal ketika diwawancarai di tempat terpisah, Kamis (28/08/2025).
PETANI PROTES BULOG
Seperti sebelumnya dimuat di bitvonline.com, para petani di Sergai, Sumut mengeluh dan protes karena gabah siap panen mereka dibeli oleh Bulog hanya dengan harga Rp 6.250 s/d Rp 6.300 per kilogram.
Ini diakui Zulpan (35), salah seorang petani di Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Provinsi Sumut.
Kepada wartawan, Senin (25/08/2025), Zulpan yang ditemui saat panen menuturkan, harga gabah siap panen dengan sabitan treser atau komben, dijual kepada pihak Bulog dengan harga Rp 6.350/Kg. Sedang harga jual kepada agen lainnya hanya seharga Rp 6.250/Kg.
"Kalau gabah yang dipanen dengan alat odong-odong, dibeli pihak Bulog dengan harga Rp 6.450/Kg. Kalau dijual kepada pihak agen yang lain harganya hanya Rp 6.400/Kg," kata Zulfan.
Tentu saja hal tersebut membuat petani sangat kecewa kepada Bulog yang seharusnya betugas dan menjaga keputusan pemerintah. Tapi justru Bulog Sumut yang melanggar keputusan pemerintah itu sendiri.
Pengakuan yang sama disampaikan Darianto (40), salah seorang petani warga Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Provinsi Sumut.
Ketika ditemui wartawan saat panen, Selasa (16/8), Darianto mengaku menjual gabah hasil dipanennya ke Bulog hanya Rp 6.250/Kg yang menggunakan alat sabit komben. Sedang gabah yang dipanen dengan alat odong-odong diambil agen lain Rp 6.400/Kg.
"Ada apa ini? Apakah beda harga gabah di Sumut dengan provinsi lainnya di Indonesia," ujar Darianto dengan dana kecewa.
INPRES NOMOR 6/2025
Pemerintah sebetulnya sudah menetapkan harga gabah siap panen sebesar Rp 6.500/Kg. Ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.
Melalui Inpres ini, juga telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras jenis medium sebesar Rp 13.100/Kg. Akan tetapi, hingga saat ini, harga beras di pasaran melonjak sangat tinggi dan sulit dijangkau masyarakat. Bahkan mencapai Rp 15.000-Rp 17.000/Kg.
Sehubungan dengan itu, Abyadi Siregar dan Iqbal sangat menyesalkan adanya dugaan kejahatan Bulog Sumut yang membeli gabah siap panen petani di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Saya berharap, masalah ini jangan dibiarkan. Semua elemen masyarakat harus mengawasi dugaan kejahatan Bulog ini," tegas Abyadi Siregar yang juga Direktur MATA Pelayanan Publik tersebut.
Dengan kondisi sekarang, maka Abyadi Siregar dan Iqbal mengaku menjadi curiga kenaikan harga beras yang sampai saat ini belum juga teratasi, diduga juga menjadi bagian dari kontribusi cara-cara curang Bulog seperti yang terjadi di Sergai.
BULOG TURUN KE SERGAI
Kepala Bulog Divre Sumut Budi Cahyanto melalui pesan WhatApps menjelaskan, sampai Rabu (27/08/2025), Bulog Sumut sudah menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dari petani di Kabupaten Sergai dengan harga sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 6.500/kg di tingkat petani dengan jumlah Rp 32.000 ton.
Budi Cahyanto juga menjelaskan, hari ini, Kamis (29/08/2025), Tim Bulog Divre Sumut akan turun menemui para petani di Sergai untuk mengkonfirmasi.
"Kami sudah janjian dengan petani, bersama Distan dan Babinsa," jelas Budi. Ia menambahkan, jika ada padi yang sedang di panen, Bulog akan langsung serap dengan harga Rp 6.500/kg.*
PADANGSIDIMPUAN Usai melaksanakan agenda Reses II, Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari Fraksi PDI Perjuangan, Saripah Hanum Lubis, la
PemerintahanMEDAN Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam memberantas penyalahgunaan narkoba mendapat dukungan nyata dari
PemerintahanMEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) kembali menegaskan komitmennya dalam mengendalikan inflasi dan mempercepat elek
EkonomiJAKARTA Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang mengguncang berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir, muncul berbagai
NasionalMEDAN Aksi unjuk rasa yang digelar ribuan warga di pusat Kota Medan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan kenaikan tunjangan anggo
PeristiwaMEDAN Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Kota Medan menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung DPRD Kota
PeristiwaBINJAI Ratusan sopir ojek online (ojol) menggelar aksi damai di depan Markas Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Binjai, Jumat
PeristiwaBANDA ACEH Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyampaikan apresiasi dan penghargaan ke
PeristiwaJAKARTA Situasi di depan Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, memanas pada Jumat malam (29/8/2025) setelah massa aksi berhasil men
NasionalJAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, turut angkat suara terkait insiden tragis yang menewaskan seorang
Nasional