BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.416 per Dolar AS, Dipengaruhi Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed

Adelia Syafitri - Rabu, 03 September 2025 16:20 WIB
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.416 per Dolar AS, Dipengaruhi Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN (BITV) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Rabu (3/9/2025), seiring dengan sentimen global terkait prospek penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data perdagangan, rupiah ditutup melemah sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp16.416 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.414 per dolar AS.

Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga tercatat melemah ke Rp16.424 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.418.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan indeks dolar AS yang cukup signifikan.

Hal ini terkait ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan bulan September 2025.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah, dipengaruhi oleh faktor global yakni kenaikan indeks dolar yang signifikan, sehubungan dengan prospek penurunan suku bunga The Fed," ujar Rully di Jakarta, Rabu (3/9).

Berdasarkan data CME FedWatch, tingkat keyakinan pasar terhadap penurunan suku bunga pada bulan September mencapai 92 persen, dengan besaran pemangkasan sebesar 25 bps.

Pasar saat ini tengah menanti dua data penting dari AS yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan moneter The Fed, yaitu:

- Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis (4/9/2025).

- Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan diumumkan pada Jumat (5/9/2025).

Sementara itu, laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan pembukaan lapangan kerja pada Agustus 2025 mencapai 7,51 juta, meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,44 juta.

Kuatnya pasar tenaga kerja dapat memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter, meskipun sektor jasa menunjukkan sinyal perlambatan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru