MEDAN - Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Petisah, Kota Medan, Jumat pagi.
Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta komoditas pangan strategis lainnya seperti minyak goreng dan gula.
Rizal menegaskan bahwa beras SPHP sudah tersedia di pasar-pasar tradisional dan bisa dibeli masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kita saksikan bersama, beras SPHP telah tersalur di pasar-pasar tradisional. Ini untuk meyakinkan publik bahwa masyarakat tidak perlu bimbang atau ragu. Beras pemerintah telah menyasar ke seluruh pasar," ujarnya.
Untuk memastikan jangkauan yang luas, Bulog mengaktifkan tujuh jalur distribusi:
(Jalur spesifik lain yang disebutkan dalam juknis)
Secara nasional, penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 400.000 ton, dari total distribusi 1,3 juta ton SPHP atau sekitar 40 persen dari target nasional. (Data dari dokumen program SPHP periode Juli–Desember 2025).
Bulog juga menegaskan bahwa mereka tetap menyerap gabah dari petani. Jika harga gabah di pasar turun di bawah Rp6.500 per kilogram, Bulog akan membeli sesuai petunjuk teknis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Pemerintah telah menugaskan Bulog melalui Bapanas untuk menyalurkan SPHP sebanyak 1,3 juta ton beras sampai akhir 2025, sebagai instrumen menjaga stabilitas harga pangan.
Distribusi SPHP tidak hanya dimaksimalkan di kota besar, tetapi juga merambah pasar tradisional, koperasi, retail dan instansi pemerintah agar tepat sasaran.*