BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Dirut Pertamina Bantah Monopoli Impor BBM: Tidak Satu Pintu

Raman Krisna - Jumat, 19 September 2025 23:21 WIB
Dirut Pertamina Bantah Monopoli Impor BBM: Tidak Satu Pintu
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat malam (19/9). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri membantah adanya kebijakan impor bahan bakar minyak (BBM) satu pintu yang hanya melalui Pertamina.

Pernyataan ini disampaikan usai Simon dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat malam (19/9).

Simon menegaskan bahwa mekanisme impor BBM masih berjalan seperti biasa, yakni melalui badan usaha masing-masing.

Baca Juga:
"Tidak ada impor satu pintu oleh Pertamina. Kebijakan importasi tetap sesuai seperti sebelumnya, melalui badan usaha masing-masing," ujarnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, pemerintah telah memberikan alokasi impor BBM secara proporsional baik kepada SPBU swasta maupun Pertamina, bahkan dengan penambahan porsi impor untuk SPBU swasta sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga total alokasi impor mencapai 110 persen.

"Kalau ada penambahan pasokan di luar alokasi yang sudah diberikan, pemerintah menyarankan agar penambahan tersebut dilakukan secara kolaborasi dengan Pertamina. Ini semata demi pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Simon.

Pernyataan Simon ini sekaligus merespons isu kelangkaan BBM yang tengah melanda sejumlah SPBU swasta di wilayah ibu kota.

Kelangkaan tersebut sempat membuat beberapa pom bensin swasta menutup layanan dan merumahkan karyawan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan adanya tren pergeseran konsumsi dari BBM subsidi ke BBM nonsubsidi, yang juga menjadi penyebab menipisnya stok BBM di SPBU swasta.

"Ada shifting dari BBM subsidi ke jenis BBM nonsubsidi, terutama yang beroktan di atas RON 92. Konsumsi BBM nonsubsidi saat ini sudah mencapai 1,4 juta kiloliter," kata Laode.

Laode juga membantah narasi kelangkaan BBM secara umum.

"Alokasi volume BBM untuk SPBU swasta sudah ditambah 10 persen dari tahun sebelumnya. Jadi, tidak benar kalau ada kelangkaan BBM," jelasnya pada awal September lalu.

Sebagai solusi mengatasi stok tipis BBM nonsubsidi, Kementerian ESDM mendorong SPBU swasta untuk melakukan pembelian pasokan langsung dari Pertamina agar distribusi BBM lebih lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.*

(cn/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
SPBU Swasta Sepakat Beli BBM dari Pertamina, Bahlil: Memang Harus Setuju
Presiden Prabowo Perintahkan Larangan Impor Etanol dan Singkong, Harga Petani Anjlok hingga 60%
Kejagung Dalami Korupsi Minyak Pertamina, Tiga Saksi Diperiksa
PHM Ajak Siswa SMA Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Kelas Inspirasi: Dari STEM hingga Soft Skills
PHM Hentikan Liquid Burning, Percepat Target Net Zero Emission 2060 di Lapangan Peciko
Indonesia Baru Kelola 10% Energi Panas Bumi, Bahlil: Sisanya Harus Segera Dimanfaatkan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru